Resume
materi : 18
Tema :
Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Pemateri :
Raimundus Brian P., S.Pd.
Moderator :
Rosminiyati
Gelombang :
22
Penulis :
Eulis Anggunsari, S.Pd.
Inilah
perjalananku menulis hari ini!
Menulis
hari ini, kucoba memulainya dengan tersenyum. Dengan hati yang bahagia akan
menunjukkan arah untuk melanjutkan perjalanan menulisku.
Bismillah,
Jumat 12 November 2021, pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 22, sudah
memasuki pertemuan ke-18. Semakin dekat untuk membungkus resume yang sudah
dibuat menjadi buku solo sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan sertifikat
bernilai 40 jam.
Bapak
Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. membersamai para peserta pelatihan sebagai
narasumber dan Bu Rosminiyati sebagai moderator. Tema pertemuan kali ini adalah
“Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.
Mari
berkenalan dulu dengan narasumber!
Bapak
Raimundus Brian P., S.Pd. atau akrab disapa Pak Brian, sosok muda yang lahir di
Jakarta, 30 Juni 1992. Beliau tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru
SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Beliau adalah
alumnus belajar menulis PGRI gelombang 4 yang mengabdikan diri pada kegiatan
belajar ini dengan membantu Om Jay mengurus kegiatan pelatihan agar peserta,
khususnya guru, dapat merasakan kesuksesan seperti beliau.
Untuk
lebih mengenal narasumber, mari berselancar lewat link profil berikut:
https://www.praszetyawan.com/p/profil.html
Pak
Brian akan membantu para peserta untuk mewujudkan penerbitan buku solo dari
hasil resume dalam kegiatan pelatihan belajar menulis ini. Perjalanan panjang
mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis ini, akan berbuah manis pada
waktunya. Banyak lulusan pelatihan ini yang tidak cukup menulis 1 buku. Punya
karya buku belasan bahkan puluhan, baik solo maupun antologi. Dengan mengikuti
pelatihan ini, para peserta sudah memiliki dasar ilmu, sehingga dapat
dikembangkan untuk menyusun buku lebih banyak lagi.
Pelatihan
belajar menulis asuhan Om Jay bersama para pakar lainnya merupakan wadah bagi
guru penulis se-Indonesia berbasis teks lewat WA yang saling terhubung dan mendukung.
Melalui pelatihan ini akan mewujudkan keinginan para guru untuk dapat
menerbitkan buku. Sudah siapkah kita menulis buku? Mari siapkan naskah karena
menerbitkan buku semakin mudah melalui penerbit indie.
Sebagai
salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo. Bagaimana
dapat menerbitkan buku dengan mudah di penerbit indie? Tentu kita harus ketahui
ketentuan dan cara menerbitkan buku di penerbit indie.
Semudah apakah menerbitkan buku di
penerbit indie?
Penerbit
indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Hal ini menjadi kunci mudahnya
menerbitkan buku. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang,
kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti
Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll.
Tahap
seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis
harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Jika naskah
ditolak, harus coba penerbit lain. Ditolak lagi, coba penerbit lain lagi. Begitu
terus sampai menemukan penerbit yang mau menerima naskah kita. Ketika naskah
diterima pun proses penerbitannya sangat lama. 1 tahun saja termasuk cepat. Kini
ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut.
Bersama
penerbit indie, maka:
1.
Naskah pasti diterbitkan. ✅
2.
Proses penerbitan mudah dan cepat. ✅
Untuk
dapat menerbitkan buku di penerbit indie, maka kita perlu mengeluarkan biaya
untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Kita membayar juga jika ingin
mencetak ulang bukunya. Hal tersebut memang konsekuensi dari penerbitan tanpa
seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk
mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.
Penerbit
indie yang dapat membantu dalam menerbitkan buku memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Tentu saja kita harus selektif dalam memilih, dengan harga
terjangkau namun memiliki kualitas yang baik. Inilah yang akan disampaikan Pak
Brian, melalui misinya, yaitu membantu memberi jalan kepada bapak/ibu guru untuk
terhubung ke penerbit indie dengan biaya tidak terlalu mahal, tapi kualitas
bagus.
Simak
paket penerbitan hemat berikut ini:
https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html
Ketika
naskah diberikan kepada penerbit, naskah harus lengkap dengan memuat:
1. cover
(judul buku dan nama penulis)
2. prakata
3. daftar
isi (tanpa nomor halaman)
4. profil
penulis
5. synopsis
(3 paragraf, masing-masing paragraf terdiri atas 3 kalimat)
Pak
Brian akan mengawal dan menjamin naskah terbit menjadi buku dan diterima sampai
ke tangan penulis, tentu saja dengan biaya yang murah.
Seiring
perkembangan, kini penerbit memiliki fasilitas editing. Pak Brian menjalin
kerja sama dengan penerbit di Malang yang punya fasilitas editing, melalui
paket penerbitan lengkap.
Simak
paket penerbitan lengkap berikut ini:
https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html
Sama
seperti paket hemat, untuk paket lengkap, penulis juga harus melengkapi naskah
sebelum dikirim kepada penerbit. Kelengkapan tersebut adalah :
1.halaman
depan (judul buku dan nama penulis)
2.prakata
3.
daftar isi (tanpa nomor halaman)
4.
profil penulis
5.
sinopsis
-
Kelengkapan naskah dan isi naskah digabung dalam 1 file word. Jadi, jangan
dipisah-pisah menjadi beberapa file.
-
File naskah dikirim dalam bentuk Microsoft word.
-
Proses penerbitan hanya 15-20 hari. Namun, tetap jangan memberi target kapan
harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk diproses.
Pak
Brian menjalin kerja sama dengan 2 penerbit, yaitu untuk paket hemat dan paket
lengkap. Jika ingin menerbitkan di penerbit rekanan tersebut, maka para penulis
dapat mengirim naskah melalui beliau. Mudahkan menerbitkan buku, mari siapkan
naskah untuk dibukukan!
Penulis
dapat memilih menerbitkan buku melalui 2(dua) pilihan yang diajukan Pak Brian.
Pilih saja, mau yang hemat atau yang lengkap! Baik paket hemat maupun paket
lengkap, kualitas cetak dan jilid bukunya terjamin dan bagus.
Untuk
buku yang diterbitkan di penerbit indie, tentu berbeda dengan buku yang
diterbitkan oleh penerbit mayor. Pemasaran buku tidak menjadi tanggung jawab
penerbit indie, layaknya penerbit mayor yang memasarkan buku ke toko buku
ternama. Penulis dapat mempromosikan bukunya melalui media sosial dan
komunitasnya. Sedangkan penerbit indie akan mempromosikan buku kita di web,
medsos, dan marketplace penerbit.
Berangkat
dari tujuan penulis pemula seperti saya, yang melakukan perjalanan menulis ini
untuk mencoba mendokumentasikan ide lewat buku. Belajar mengembangkan hal-hal
yang ada dalam rasa menjadi bahasa. Mengukur kemampuan dan menginterpretasikan
hal baru yang saya temukan dalam kegiatan menulis. Tentu ketika sudah dapat
menerbitkan buku, ‘dengan penerbit yang dipilih’, menjadi kebanggaan
tersendiri, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.
“Jika
seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara,
yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh.”
(HR.
Muslim no. 1631).
Melalui
pertemuan pelatihan belajar menulis kali ini, terbuka lebar pintu bagi para
penulis pemula yang ingin menerbitkan buku, untuk mendokumentasikan jejak
ilmunya. Menulis menjadi awal dari
bangkitnya ide yang terlelap.
Mari
terbitkan bukumu sendiri!
Salam
literasi!
Luar biasa materi Pak Brian. Malu sehat tapi tak semangat belajar, nulis dan ibadah. Moga kita semua bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Aamiin.
BalasHapus