Senin, 15 November 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 


Resume materi     : 18

Tema                    : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Pemateri               : Raimundus Brian P., S.Pd.

Moderator            : Rosminiyati       

Gelombang           : 22   

Penulis                  : Eulis Anggunsari, S.Pd.

 

 

                     

Inilah perjalananku menulis hari ini!

 

Menulis hari ini, kucoba memulainya dengan tersenyum. Dengan hati yang bahagia akan menunjukkan arah untuk melanjutkan perjalanan menulisku.

 

Bismillah, Jumat 12 November 2021, pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 22, sudah memasuki pertemuan ke-18. Semakin dekat untuk membungkus resume yang sudah dibuat menjadi buku solo sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam.

Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. membersamai para peserta pelatihan sebagai narasumber dan Bu Rosminiyati sebagai moderator. Tema pertemuan kali ini adalah “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.

Mari berkenalan dulu dengan narasumber!

Bapak Raimundus Brian P., S.Pd. atau akrab disapa Pak Brian, sosok muda yang lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Beliau tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Beliau adalah alumnus belajar menulis PGRI gelombang 4 yang mengabdikan diri pada kegiatan belajar ini dengan membantu Om Jay mengurus kegiatan pelatihan agar peserta, khususnya guru, dapat merasakan kesuksesan seperti beliau.

Untuk lebih mengenal narasumber, mari berselancar lewat link profil berikut:

https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Pak Brian akan membantu para peserta untuk mewujudkan penerbitan buku solo dari hasil resume dalam kegiatan pelatihan belajar menulis ini. Perjalanan panjang mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis ini, akan berbuah manis pada waktunya. Banyak lulusan pelatihan ini yang tidak cukup menulis 1 buku. Punya karya buku belasan bahkan puluhan, baik solo maupun antologi. Dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta sudah memiliki dasar ilmu, sehingga dapat dikembangkan untuk menyusun buku lebih banyak lagi.

Pelatihan belajar menulis asuhan Om Jay bersama para pakar lainnya merupakan wadah bagi guru penulis se-Indonesia berbasis teks lewat WA yang saling terhubung dan mendukung. Melalui pelatihan ini akan mewujudkan keinginan para guru untuk dapat menerbitkan buku. Sudah siapkah kita menulis buku? Mari siapkan naskah karena menerbitkan buku semakin mudah melalui penerbit indie.

Sebagai salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo. Bagaimana dapat menerbitkan buku dengan mudah di penerbit indie? Tentu kita harus ketahui ketentuan dan cara menerbitkan buku di penerbit indie.

Semudah apakah menerbitkan buku di penerbit indie?

Penerbit indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Hal ini menjadi kunci mudahnya menerbitkan buku. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll.

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Jika naskah ditolak, harus coba penerbit lain. Ditolak lagi, coba penerbit lain lagi. Begitu terus sampai menemukan penerbit yang mau menerima naskah kita. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. 1 tahun saja termasuk cepat. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut.

Bersama penerbit indie, maka:

1. Naskah pasti diterbitkan.

2. Proses penerbitan mudah dan cepat.

Untuk dapat menerbitkan buku di penerbit indie, maka kita perlu mengeluarkan biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Kita membayar juga jika ingin mencetak ulang bukunya. Hal tersebut memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Penerbit indie yang dapat membantu dalam menerbitkan buku memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja kita harus selektif dalam memilih, dengan harga terjangkau namun memiliki kualitas yang baik. Inilah yang akan disampaikan Pak Brian, melalui misinya, yaitu membantu memberi jalan kepada bapak/ibu guru untuk terhubung ke penerbit indie dengan biaya tidak terlalu mahal, tapi kualitas bagus.

Simak paket penerbitan hemat berikut ini:

https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html

Ketika naskah diberikan kepada penerbit, naskah harus lengkap dengan memuat:

1.     cover (judul buku dan nama penulis)

2.     prakata

3.     daftar isi (tanpa nomor halaman)

4.     profil penulis

5.     synopsis (3 paragraf, masing-masing paragraf terdiri atas 3 kalimat)

Pak Brian akan mengawal dan menjamin naskah terbit menjadi buku dan diterima sampai ke tangan penulis, tentu saja dengan biaya yang murah.

Seiring perkembangan, kini penerbit memiliki fasilitas editing. Pak Brian menjalin kerja sama dengan penerbit di Malang yang punya fasilitas editing, melalui paket penerbitan lengkap.

 

Simak paket penerbitan lengkap berikut ini:

https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html

Sama seperti paket hemat, untuk paket lengkap, penulis juga harus melengkapi naskah sebelum dikirim kepada penerbit. Kelengkapan tersebut adalah :

1.halaman depan (judul buku dan nama penulis)

2.prakata

3. daftar isi (tanpa nomor halaman)

4. profil penulis

5. sinopsis

- Kelengkapan naskah dan isi naskah digabung dalam 1 file word. Jadi, jangan dipisah-pisah menjadi beberapa file.

- File naskah dikirim dalam bentuk Microsoft word.

- Proses penerbitan hanya 15-20 hari. Namun, tetap jangan memberi target kapan harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk diproses.

Pak Brian menjalin kerja sama dengan 2 penerbit, yaitu untuk paket hemat dan paket lengkap. Jika ingin menerbitkan di penerbit rekanan tersebut, maka para penulis dapat mengirim naskah melalui beliau. Mudahkan menerbitkan buku, mari siapkan naskah untuk dibukukan!

Penulis dapat memilih menerbitkan buku melalui 2(dua) pilihan yang diajukan Pak Brian. Pilih saja, mau yang hemat atau yang lengkap! Baik paket hemat maupun paket lengkap, kualitas cetak dan jilid bukunya terjamin dan bagus.

Untuk buku yang diterbitkan di penerbit indie, tentu berbeda dengan buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Pemasaran buku tidak menjadi tanggung jawab penerbit indie, layaknya penerbit mayor yang memasarkan buku ke toko buku ternama. Penulis dapat mempromosikan bukunya melalui media sosial dan komunitasnya. Sedangkan penerbit indie akan mempromosikan buku kita di web, medsos, dan marketplace penerbit.

Berangkat dari tujuan penulis pemula seperti saya, yang melakukan perjalanan menulis ini untuk mencoba mendokumentasikan ide lewat buku. Belajar mengembangkan hal-hal yang ada dalam rasa menjadi bahasa. Mengukur kemampuan dan menginterpretasikan hal baru yang saya temukan dalam kegiatan menulis. Tentu ketika sudah dapat menerbitkan buku, ‘dengan penerbit yang dipilih’, menjadi kebanggaan tersendiri, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh.”

(HR. Muslim no. 1631).

Melalui pertemuan pelatihan belajar menulis kali ini, terbuka lebar pintu bagi para penulis pemula yang ingin menerbitkan buku, untuk mendokumentasikan jejak ilmunya. Menulis menjadi awal dari bangkitnya ide yang terlelap.

Mari terbitkan bukumu sendiri!

Salam literasi!


1 komentar:

  1. Luar biasa materi Pak Brian. Malu sehat tapi tak semangat belajar, nulis dan ibadah. Moga kita semua bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Aamiin.

    BalasHapus

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...