Kamis, 23 Februari 2023

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi)




Semua pengetahuan terhubung ke semua pengetahuan lainnya. Yang menyenangkan adalah membuat koneksinya.”

(Arthur Aufderheide)



Setiap manusia punya pikiran dan rasa yang berbeda untuk mengontrol dirinya, maka hubungkan perbedaan itu menjadi suatu keselarasan.  



Menuliskan koneksi antar materi modul 2.1 menjadi penghubung bagi jalan pengetahuan yang akan membelajarkan Saya untuk mampu merangkul kemampuan murid sesuai kebutuhannya. Mudahkah? Setelah mengikuti materi dalam modul 2.1 ini tentang pembelajaran berdiferensiasi. Guru hendaklah dapat memetakan kebutuhan belajar murid. Pada dasarnya, setiap murid istimewa, dengan segala perbedaan, mereka akan tumbuh sesuai dengan kodratnya masing-masing. Potensi murid akan dapat tergali, ketika lingkungan "mengundang" mereka untuk belajar. 

Guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam memberikan pemahaman materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya, serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid.

Apa itu pembelajaran berdiferensiasi?

Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi dibuat oleh guru sebagai serangkaian keputusan yang dibuat terkait dengan kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Pembelajaran berdiferensiasi dilakukan untuk mendukung semua murid di kelas, agar murid berkembang sesuai dengan kodratnya masing-masing.




Guru perlu memahami kebutuhan belajar murid untuk melakukan pemetaan. Dasar pemetaan kebutuhan belajar murid dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi meliputi tiga hal, yaitu:

  1. Kesiapan Belajar Murid

Sebelum mempelajari materi atau topik, guru perlu memetakan kebutuhan murid. Dalam hal ini, guru harus mendiagnosa kesiapan belajar murid, menilai pengetahuan awal, menentukan apa yang murid ketahui, dan di mana murid berada. Misalnya, pada diferensiasi konten, ada murid yang sudah siap mempelajari materi yang di dalamnya terdapat masalah berupa tantangan atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Ada juga murid yang mungkin masih perlu mempelajari hal-hal yang mendasar dalam memahami materi. Tentunya, perbedaan kognitif dari murid membantu guru untuk mempersiapkan bahan ajar, cara atau strategi yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut dalam pembelajaran. Jumlah bantuan atau dukungan yang diberikan guru kepada murid menyesuaikan dengan tingkat kesiapan belajar murid itu sendiri.

  1. Minat Murid

Hal lain yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru perlu memetakan murid berdasarkan minat belajarnya. Minat murid pasti berbeda-beda. Minat menjadi motivasi penting bagi murid untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, ada murid yang senang belajar seni, olah raga, sains atau bidang-bidang tertentu. Dalam hal ini, guru harus siap untuk memfasilitasi kebutuhan murid tersebut. Guru dapat memberikan pilihan kepada muridnya untuk belajar sesuai dengan minatnya, misalnya dalam menghasilkan produk. Dalam diferensiasi produk, murid menghasilkan produk sebagai bentuk pencapaian tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat belajar murid masing-masing. Murid diberikan kebebasan dalam belajar. Murid bebas menghasilkan produk baik berupa teks atau tulisan seperti artikel, narasi, karangan atau bentuk produk lain yang sesuai minat belajarnya seperti audio, video, poster, mind mapping dan lainnya baik secara individu maupun secara berkelompok selama produk tersebut merujuk pada indikator atau standarisasi minimum penilaian.

  1. Profil Belajar Murid

Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan profil belajar murid berkaitan dengan lingkungan, budaya, gaya belajar, dan kecerdasan majemuk. Gaya belajar murid beragam atau bervariasi, yaitu murid sebagai pembelajar visual, auditori, dan kinestetik. Misalnya pada diferensiasi proses, untuk murid yang memiliki gaya belajar visual maka pada proses pembelajaran guru dapat memberikan materi dengan menggunakan media berupa gambar-gambar, tampilan slide power point, grafik dan sebagainya yang membantu murid dalam belajar dan mengaitkan konsep satu dengan yang lainnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Demikian pula, untuk murid yang memiliki gaya belajar auditori maka guru dapat memberikan materi menggunakan atau diiringi dengan musik. Sedangkan untuk murid sebagai pembelajar kinestetik, gaya belajar murid lebih cenderung menggunakan gerakan (motorik).

Dengan ketiga dasar pemetaan tersebut, guru akan mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai, yaitu mampu mengakomodasi segala perbedaan dari murid, apa yang dibutuhkan oleh murid dalam belajar, dan apa yang dapat dilakukan oleh murid terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, serta bagaimana guru dapat merespon seluruh kebutuhan belajar murid yang berbeda tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru harus melakukan kegiatan yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran atau menyusun beberapa perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Namun, dalam melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi tentunya harus dilakukan secara efektif dan efisien, mempertimbangkan moda, usaha, dan waktu yang digunakan.

Bagaimana cara untuk dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi di kelas?

Untuk menjalankan pembelajaran berdiferensiasi dengan baik, maka guru hendaknya:

  1. Memahami tujuan pembelajaran
  2. Mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid, melalui tiga aspek, yaitu kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid
  3. Menggunakan 3 strategi pembelajaran berdiferansiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar
  5. Melakukan manajemen kelas yang efektif
  6. Merancang RPP berdiferensiasi
  7. Melakukan penilaian berkelanjutan
Kebutuhan belajar murid dapat diidentifikasi berdasarkan cara-cara berikut:
  1. Mengamati perilaku murid-murid
  2. Mengidentifikasi pengetahuan awal
  3. Mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran
  4. Berbicara dengan guru murid di kelas sebelumnya
  5. Membaca rapor murid di kelas sebelumnya
  6. Menggunakan berbagai penilaian diagnostik dan formatif 

Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas, dengan menggunakan strategi pembelajaran berikut:

1. Diferensiasi konten
Diferensiasi konten berkaitan dengan apa yang guru ajarkan, seperti materi, konsep atau keterampilan yang perlu dipelajari berdasarkan kurikulum. Mendiferensiasi konten dapat dilakukan dengan membedakan pengorganisasian atau format penyampaiannya bukan mengubah/menurunkan standar kurikulum.

2. Diferensiasi proses
Diferensiasi proses adalah kegiatan yang memungkinkan murid berlatih dan memahami atau memahami konten, dengan cara membedakan proses yang harus dijalani oleh murid.

3. Diferensiasi produk
Diferensiasi produk adalah bukti yang menunjukan apa yang telah murid pahami dengan cara membedakan/memodifikasi produk sebagai hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.

Guru dapat memilih salah satu atau mengkombinasi ketiga strategi pembelajaran tersebut.

Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, jika pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan efektif dan efisien maka semua murid akan merasa aman dan nyaman dalam belajar serta pemenuhan kebutuhan murid dapat terwujud. Tidak ada murid yang merasa diistimewakan atau sebaliknya. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi ini juga akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memetakan dan mengakomodasi seluruh kebutuhan murid untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang selalu berubah.

Bagaimana keterkaitan antara modul pembelajaran berdiferensiasi dengan modul lain di program Pendidikan Guru Penggerak?

Untuk dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi,maka guru harus berusaha memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman berdasarkan filosofi Ki Hadjar Dewantara. Dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru penggerak harus berpihak pada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif, dan inovatif untuk menciptakan pembelajaran berdiferensiasi agar dapat memenuhi kebutuhan murid. Dengan demikian, seorang guru penggerak dapat mewujudkan kepemimpinan murid dengan menuntun murid merdeka belajar. Hal ini sesuai dengan nilai dan peran guru penggerak.

Pembelajaran berdiferensiasi pun dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan visi guru penggerak yang berpihak pada murid. KI Hadjar Dewantara menjelaskan tujuan pendidikan, yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan visi guru penggerak yang berpihak pada murid, tentu akan terwujud pembelajaran yang berpihak pada murid, yaitu suatu pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan yang berbeda-beda pada murid, yaitu pembelajaran berdiferensiasi. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi antara guru dengan murid harus ada kesepakatan kelas terlebih dahulu agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan nilai-nilai budaya positif. Murid belajar membudayakan hal baik, saling menghargai perbedaan, agar tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan diterima oleh semua murid tanpa terkecuali. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan membantu murid untuk merasa dihargai dan memiliki keterkaitan antara dirinya dengan guru maupun dengan teman di kelasnya, sehingga murid merasa dirinya menjadi bagian dari lingkungan terbaiknya. Maka guru dapat menerapkan posisi manajer untuk mengelola pembelajaran berdiferensiasi yang berpihak pada murid.


Pembelajaran diferensiasi memerlukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang berkelanjutan. Guru hendaklah belajar untuk semakin membuka diri dalam memperbaiki proses pembelajaran. Semua perjalanan butuh tenaga dan sarana untuk sampai suatu tujuan. Tujuan modul 2.1 ini adalah memerdekakan murid melalui pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang berbeda.

Semoga koneksi antar materi modul 2.1 membawa hal baik untuk saya khususnya, untuk pembaca pada umumnya. Salam sehat dan bahagia. Untuk Bapak/Guru hebat di seluruh Indonesia.

Eulis Anggunsari😊



    

Minggu, 19 Februari 2023

Mengapa harus berbeda?



Modul 2.1        : Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh                 : Eulis Anggunsari, S.Pd.


Alhamdulillah, perjalanan CGP sudah masuk tahap modul 2.1. Selalu ada cerita dari kisah perjalanan ini. Tanda yang kusematkan dalam perjalananku kali ini adalah:

"Mengapa harus berbeda?"   

Pembelajaran kali ini dalam program guru bergerak adalah tentang adanya pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diferensiasi adalah proses, cara, perbuatan membedakan, pembedaan. Mengapa pembelajaran harus berbeda? Saya berusaha menemukan jawabannya dengan mengikuti alurnya, tahapan belajar PGP ini dilakukan melalui alur "MERDEKA". 

     = Mulai dari Diri

E      = Eksplorasi Konsep

R      = Ruang Kolaborasi

D      = Demonstrasi Kontekstual

E      = Elaborasi Pemahaman

K      = Koneksi Antar Materi

A      = Aksi Nyata

Dengan mengikuti alur, saya mencoba memaknai arti dari pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana penerapannya di kelas. Berikut saya refleksikan pembelajaran modul 2.1 dengan model 4P yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway, yaitu:

1. Facts (Peristiwa)

2.Feelings (Perasaan)

3.Findings (Pembelajaran)

4.Future (Penerapan)


Facts (Peristiwa)

Perjalanan mempelajari modul 2.1 ini, dimulai dengan melaksanakan kegiatan pre test untuk mengetahui pemahaman awal terhadap modul. Fasilitatorku dalam kegiatan PGP ini, menginformasikan melalui grup WA untuk mengerjakan pre test pada hari Rabu, 8 Februari 2023. Dari soal yang ada, saya berpikir bagaimana harus merancang pembelajaran yang berdiferensiasi. Saya harus mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya makna dari pembelajaran berdiferensiasi. Saya menjawab pertanyaan dalam tahapan  "mulai dari diri". Hal baik yang saya dapatkan adalah bahwa seorang guru harus mampu melihat kebutuhan belajar murid yang berbeda. Setiap murid istimewa, maka guru hendaklah menggali potensi sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian saya membaca materi yang terdapat dalam "eksplorasi konsep". Menambah rasa "penasaran", bagaimana cara saya dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Saya harus fokus membaca setiap materi yang ada dalam LMS, walau pada saat yang sama, saya sedang diberikan tugas sebagai ketua panitia kegiatan field trip kelas 4 di sekolah tempat saya mengajar. Hal ini cukup menyita waktu dengan segala persiapannya. Namun, saya mencoba fokus untuk tetap tenang melaksanakan keduanya. 

Peristiwa menarik saat mempelajari modul ini, ketika bisa berkolaborasi, saling curah pendapat pada kegiatan "ruang kolaborasi". Hari Senin, 13 Februari 2023, saya dapat belajar bersama rekan CGP lain untuk menganalisis satu skenario pembelajaran berdiferensiasi melalui diskusi virtual. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi kelompok pada hari Selasa, 14 Februari 2023.     

Feelings (Perasaan)

Perasaan saya ketika mempelajari modul 2.1 ini sangat senang, sebab saya belajar untuk mengetahui kebutuhan murid dalam pembelajaran. Murid memiliki kemampuan maupun karakter yang berbeda, hendaklah guru dapat mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dari setiap murid, agar pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Semua murid menerima informasi yang sama, dengan cara terbaik yang bisa digali dari setiap individu murid. Ada murid saya di kelas, yang agak kesulitan dalam menerima pembelajaran, namun lebih tertarik jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan game/permainan. Kalau dikaitkan dengan pembelajaran modul 2.1 ini, maka murid tersebut termasuk pembelajar kinestetik, yang lebih suka dan mengerti jika pembelajaran lebih kepada keterampilan. Saya senang dengan mengikuti PGP ini, menambah wawasan bahwa setiap murid memang berbeda, maka didiklah murid sebagaimana kebutuhannya. 

Dalam mengikuti pembelajaran, saya sempat bingung dengan pembuatan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, ketika mengerjakan tugas "demonstrasi kontekstual". Perencanaan pembelajaran berdiferensiasi cukup rumit dibanding perencanaan pembelajaran yang konvensional.  Namun saya menyadari bahwa murid memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikan sesuai dengan minat dan gaya belajarnya. Sementara guru memiliki kewajiban untuk merancang pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan murid (kesiapan, minat, dan profil belajar murid), hal ini dapat diejawantahkan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Hal tersebut membuat saya percaya bahwa guru harus terus belajar, saya senang bisa menjadi bagian dalam pembelajaran ini.

Findings (Pembelajaran)

Banyak hal yang saya pelajari dalam modul 2.1 terlebih dalam memuliakan murid. 

Dalam Al-Qur’an dijelaskan, Allah memuliakan anak keturunan Adam, Allah angkut mereka dengan kendaraan di darat dan di laut serta diberi-Nya rezeki dari yang baik-baik dan dilebihkan dari kebanyakan makhluk yang diciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna. (Q.S. Al-Israa [17]:  70). 

Dikatakan bahwa setiap manusia berbeda, fitrah manusia yang berbeda adalah sebuah rahmat. Maka didiklah murid untuk mencapai rahmat dan kebahagiannya. Murid memiliki kelebihan/kemampuan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupannya. Tugas kitalah sebagai guru untuk membimbing atau mengarahkannya.

Sebelum mempelajari modul 2.1 ini, saya melakukan pembelajaran dengan metode/strategi belajar yang sama pada semua murid. Namun, setelah mempelajari modul 2.1, saya mencoba membuka diri untuk melihat perbedaan potensi/ kebutuhan yang ada dalam diri murid.

Beberapa hal yang saya pelajari dalam modul 2.1 ini diantaranya:

1. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi dibuat oleh guru sebagai serangkaian keputusan yang dibuat terkait dengan kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.  

2.Adanya pemetaan kebutuhan belajar murid yang meliputi 3 aspek, yaitu kesiapan belajar, minat murid, dan profil belajar murid.

  • Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru.
  • Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.
  • Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar.Profil belajar bisa berupa bahasa, budaya, keadaan keluarga, dan gaya belajar.

3. Ada 3 (tiga) strategi pembelajaran berdiferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk.

  • Diferensiasi konten yaitu materi apa yang akan kita ajarkan kepada murid.
  • Diferensiasi proses adalah bagaimana murid memahami/ memaknai apa yang dipelajari.
  • Diferensiasi produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada guru.

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 2.1 ini, saya berupaya untuk melayani kebutuhan murid yang beragam melalui pembelajaran berdiferensasi. Belajar dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, hingga merefleksi pembelajaran berdiferensiasi yang akan coba saya terapkan di kelas.

Upaya yang akan saya coba lakukan setelah mempelajari modul 2.1 ini diantaranya:

  • Melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid sebelum menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
  • Menyusun skenario pembelajaran berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan belajar murid yang disesuaikan dengan strategi pembelajaran dan penilaian berjenjang dengan baik.
  • Berupaya adil terhadap murid dengan cara melayani dan mengakomodasi semua kebutuhan belajar murid. 

Semoga upaya ini dapat saya laksanakan dengan baik, hal ini juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh warga sekolah. 

"Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik, Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin." (Ki Hadjar Dewantara)


Menarik yang disampaikan KHD. Ya, mengapa harus berbeda? Murid secara kodrat adalah individu yang berbeda. Untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, maka murid harus dibimbing untuk menggali kemampuan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, menumbuhkan murid yang berkarakter profil pelajar pancasila.


Demikian refleksi dwi mingguan modul 2.1, semoga bermanfaat bagi diri sendiri khususnya, bagi pembaca pada umumnya.

Salam dan Bahagia.

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...