Senin, 05 Desember 2022

Visiku (Koneksi antar Materi Modul 1.3)


                                                             Koneksi antar Materi Modul 1.3

                                                               Visi Guru Penggerak

                                                                    Oleh : Eulis Anggunsari

Berbicara visi, saya berangan-angan ketika kecil dulu, mengenai cita-cita. Menurut KBBI, visi adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan atau wawasan ke depan, tentang apa yang tampak dalam khayalan, penglihatan atau pengamatan. Bagaimana saya dulu berharap ingin menjadi apa ketika sudah besar nanti, hal ini didorong atas sugesti penglihatan atau pengamatan yang terjadi di lingkungan sekitar saya saat itu. 

Menjadi guru, tidaklah berhenti pada hanya masuk kelas dan mengajar. Tentu saya juga punya mimpi atau harapan yang ingin diwujudkan di masa depan. Visi harus menjadi kemampuan dalam menciptakan gambaran masa depan yang akan dilakukan untuk mencapai atau mendapatkan sebuah tujuan. Saya melihat, mengamati, apa yang dibutuhkan oleh murid saya, sebagai suatu tujuan.

Bagaimana saya bermimpi akan suatu tujuan mengenai peran saya sebagai guru/pendidik?

Untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan visi seorang guru tentu harus melakukan perubahan, terus berinovasi, dan terbuka terhadap perubahan zaman. Mengelola diri sendiri dan terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di dalam lingkaran pengaruh agar bersama-sama berkolaborasi. Mewujudkan visi haruslah dibangun gotong royong antar segenap komunitas orang dewasa di sekitar murid yang mengedepankan kepentingan murid. Hal ini berkaitan dengan peran guru dalam mensukseskannya.

Visi seorang guru haruslah sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada murid, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat, demi terciptanya student wellbeing.

Seorang guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan visi yang berpihak pada murid sesuai dengan kodratnya (filosofi KHD)Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam hal ini, diperlukan peningkatan kualitas pendidikan untuk membentuk kualitas generasi penerus bangsa yang tangguh. Maka sebagai pedoman, maka dalam menyusun visi yang berpihak pada murid, guru perlu menyelaraskan visi dengan dimensi profil pelajar pancasila.


Dalam mewujudkan visi yang berpihak pada murid dan selaras dengan profil pelajar pancasila, perlu ada pimpinan yang menggerakan diri, sesama, serta lingkungan masyarakat untuk mewujudkan sekolah yang berpihak pada murid. Untuk itu, guru penggerak sebagai pimpinan harus menanamkan nilai-nilai dan perannya sebagai guru penggerak. Visi guru penggerak harus mencerminkan nilai dan peran guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Nilai-nilai guru penggerak, yaitu berpihak pada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif, dan Inovatif. Sedangkan peran guru penggerak, yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, pendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, dan menggerakkan  komunitas praktisi.

Inkuiri Apresiatif (IA)

Visi terwujud jika terjadi proses perubahan, perlu ada upaya nyata. Maka paradigma atau pendekatan yang menjadi alat perubahan yang dapat dilakukan adalah pendekatan inkuiri apresiatif (IA). Inkuiri apresiatif (IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif di sekolah. Pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan ke arah yang lebih baik. IA adalah salah satu cara untuk mewujudkan visi secara kolaboratif. 

BAGJA

Guru penggerak harus dapat mengoptimalkan potensi/kekuatan yang dimiliki untuk merumuskan sebuah visi. Oleh karena itu diperlukan suatu rancangan/pendekatan yang disebut inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA. Tahapan BAGJA memungkinkan guru penggerak membuat prakarsa perubahan untuk mewujudkan visi yang diimpikan.



Saya menyusun visi dengan menyelaraskan pendekatan IA dengan tahapan BAGJA. Tentu hal ini disesuaikan dengan aset/kekuatan yang saya temui di sekolah. Di mana murid memiliki potensi untuk menumbuhkan kreativitas, namun perlu wadah untuk menyalurkannya. Maka visi yang saya buat adalah:

"Terwujudnya peserta didik yang berakhlakul karimah, berkepribadian unggul, dan berjiwa kompetitif dalam era globalisasi."

Namun, sebagaimana filosofi pendidikan KHD di mana penanaman budi pekerti murid perlu dikembangkan, maka saya mengubah salah satu aspek visi sehingga lebih mencerminkan profil pelajar pancasila yang memiliki jiwa kompetitif dengan didasari iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Lahirlah visi saya:

"Terwujudnya peserta didik yang religius, berkepribadian unggul, dan berjiwa kompetitif dalam era globalisasi."

Semoga lahirnya visi ini, akan mendorong saya untuk semakin semangat dalam menanamkan filosofi pendidikan KHD dan profil pelajar pancasila yang berpihak pada murid. Sehingga mampu menerapkan nilai dan peran guru penggerak untuk mewujudkan visi. Bermimpi itu nikmat, tapi bermimpi saja tidak cukup, bangunlah dari mimpi itu untuk dapat tergerak, bergerak, dan menggerakan.

Salam dan bahagia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...