Minggu, 19 Februari 2023

Mengapa harus berbeda?



Modul 2.1        : Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh                 : Eulis Anggunsari, S.Pd.


Alhamdulillah, perjalanan CGP sudah masuk tahap modul 2.1. Selalu ada cerita dari kisah perjalanan ini. Tanda yang kusematkan dalam perjalananku kali ini adalah:

"Mengapa harus berbeda?"   

Pembelajaran kali ini dalam program guru bergerak adalah tentang adanya pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diferensiasi adalah proses, cara, perbuatan membedakan, pembedaan. Mengapa pembelajaran harus berbeda? Saya berusaha menemukan jawabannya dengan mengikuti alurnya, tahapan belajar PGP ini dilakukan melalui alur "MERDEKA". 

     = Mulai dari Diri

E      = Eksplorasi Konsep

R      = Ruang Kolaborasi

D      = Demonstrasi Kontekstual

E      = Elaborasi Pemahaman

K      = Koneksi Antar Materi

A      = Aksi Nyata

Dengan mengikuti alur, saya mencoba memaknai arti dari pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana penerapannya di kelas. Berikut saya refleksikan pembelajaran modul 2.1 dengan model 4P yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway, yaitu:

1. Facts (Peristiwa)

2.Feelings (Perasaan)

3.Findings (Pembelajaran)

4.Future (Penerapan)


Facts (Peristiwa)

Perjalanan mempelajari modul 2.1 ini, dimulai dengan melaksanakan kegiatan pre test untuk mengetahui pemahaman awal terhadap modul. Fasilitatorku dalam kegiatan PGP ini, menginformasikan melalui grup WA untuk mengerjakan pre test pada hari Rabu, 8 Februari 2023. Dari soal yang ada, saya berpikir bagaimana harus merancang pembelajaran yang berdiferensiasi. Saya harus mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya makna dari pembelajaran berdiferensiasi. Saya menjawab pertanyaan dalam tahapan  "mulai dari diri". Hal baik yang saya dapatkan adalah bahwa seorang guru harus mampu melihat kebutuhan belajar murid yang berbeda. Setiap murid istimewa, maka guru hendaklah menggali potensi sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian saya membaca materi yang terdapat dalam "eksplorasi konsep". Menambah rasa "penasaran", bagaimana cara saya dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Saya harus fokus membaca setiap materi yang ada dalam LMS, walau pada saat yang sama, saya sedang diberikan tugas sebagai ketua panitia kegiatan field trip kelas 4 di sekolah tempat saya mengajar. Hal ini cukup menyita waktu dengan segala persiapannya. Namun, saya mencoba fokus untuk tetap tenang melaksanakan keduanya. 

Peristiwa menarik saat mempelajari modul ini, ketika bisa berkolaborasi, saling curah pendapat pada kegiatan "ruang kolaborasi". Hari Senin, 13 Februari 2023, saya dapat belajar bersama rekan CGP lain untuk menganalisis satu skenario pembelajaran berdiferensiasi melalui diskusi virtual. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi kelompok pada hari Selasa, 14 Februari 2023.     

Feelings (Perasaan)

Perasaan saya ketika mempelajari modul 2.1 ini sangat senang, sebab saya belajar untuk mengetahui kebutuhan murid dalam pembelajaran. Murid memiliki kemampuan maupun karakter yang berbeda, hendaklah guru dapat mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dari setiap murid, agar pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Semua murid menerima informasi yang sama, dengan cara terbaik yang bisa digali dari setiap individu murid. Ada murid saya di kelas, yang agak kesulitan dalam menerima pembelajaran, namun lebih tertarik jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan game/permainan. Kalau dikaitkan dengan pembelajaran modul 2.1 ini, maka murid tersebut termasuk pembelajar kinestetik, yang lebih suka dan mengerti jika pembelajaran lebih kepada keterampilan. Saya senang dengan mengikuti PGP ini, menambah wawasan bahwa setiap murid memang berbeda, maka didiklah murid sebagaimana kebutuhannya. 

Dalam mengikuti pembelajaran, saya sempat bingung dengan pembuatan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, ketika mengerjakan tugas "demonstrasi kontekstual". Perencanaan pembelajaran berdiferensiasi cukup rumit dibanding perencanaan pembelajaran yang konvensional.  Namun saya menyadari bahwa murid memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikan sesuai dengan minat dan gaya belajarnya. Sementara guru memiliki kewajiban untuk merancang pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan murid (kesiapan, minat, dan profil belajar murid), hal ini dapat diejawantahkan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Hal tersebut membuat saya percaya bahwa guru harus terus belajar, saya senang bisa menjadi bagian dalam pembelajaran ini.

Findings (Pembelajaran)

Banyak hal yang saya pelajari dalam modul 2.1 terlebih dalam memuliakan murid. 

Dalam Al-Qur’an dijelaskan, Allah memuliakan anak keturunan Adam, Allah angkut mereka dengan kendaraan di darat dan di laut serta diberi-Nya rezeki dari yang baik-baik dan dilebihkan dari kebanyakan makhluk yang diciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna. (Q.S. Al-Israa [17]:  70). 

Dikatakan bahwa setiap manusia berbeda, fitrah manusia yang berbeda adalah sebuah rahmat. Maka didiklah murid untuk mencapai rahmat dan kebahagiannya. Murid memiliki kelebihan/kemampuan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupannya. Tugas kitalah sebagai guru untuk membimbing atau mengarahkannya.

Sebelum mempelajari modul 2.1 ini, saya melakukan pembelajaran dengan metode/strategi belajar yang sama pada semua murid. Namun, setelah mempelajari modul 2.1, saya mencoba membuka diri untuk melihat perbedaan potensi/ kebutuhan yang ada dalam diri murid.

Beberapa hal yang saya pelajari dalam modul 2.1 ini diantaranya:

1. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi dibuat oleh guru sebagai serangkaian keputusan yang dibuat terkait dengan kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.  

2.Adanya pemetaan kebutuhan belajar murid yang meliputi 3 aspek, yaitu kesiapan belajar, minat murid, dan profil belajar murid.

  • Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru.
  • Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.
  • Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar.Profil belajar bisa berupa bahasa, budaya, keadaan keluarga, dan gaya belajar.

3. Ada 3 (tiga) strategi pembelajaran berdiferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk.

  • Diferensiasi konten yaitu materi apa yang akan kita ajarkan kepada murid.
  • Diferensiasi proses adalah bagaimana murid memahami/ memaknai apa yang dipelajari.
  • Diferensiasi produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada guru.

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 2.1 ini, saya berupaya untuk melayani kebutuhan murid yang beragam melalui pembelajaran berdiferensasi. Belajar dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, hingga merefleksi pembelajaran berdiferensiasi yang akan coba saya terapkan di kelas.

Upaya yang akan saya coba lakukan setelah mempelajari modul 2.1 ini diantaranya:

  • Melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid sebelum menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
  • Menyusun skenario pembelajaran berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan belajar murid yang disesuaikan dengan strategi pembelajaran dan penilaian berjenjang dengan baik.
  • Berupaya adil terhadap murid dengan cara melayani dan mengakomodasi semua kebutuhan belajar murid. 

Semoga upaya ini dapat saya laksanakan dengan baik, hal ini juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh warga sekolah. 

"Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik, Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin." (Ki Hadjar Dewantara)


Menarik yang disampaikan KHD. Ya, mengapa harus berbeda? Murid secara kodrat adalah individu yang berbeda. Untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, maka murid harus dibimbing untuk menggali kemampuan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, menumbuhkan murid yang berkarakter profil pelajar pancasila.


Demikian refleksi dwi mingguan modul 2.1, semoga bermanfaat bagi diri sendiri khususnya, bagi pembaca pada umumnya.

Salam dan Bahagia.

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...