Minggu, 17 Oktober 2021


 

Resume materi     : 6

Tema                    : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Pemateri               : Aam Nurhasanah, S.Pd.

Moderator            : Ms.Phia   

Gelombang           : 22

Penulis                 : Eulis Anggunsari

 

 

Naik kelas …

Angka-angka dituliskan mengabarkan kegembiraan untuk anak-anak saat tiba waktunya naik kelas.

         

          Terbayang pertemuan bagi rapor saat tibanya penentuan naik kelas saat itu. Bersama ibu dengan harap-harap cemas menanti guru memberikan kabar baik. Setelah kutahu, barulah kurasa, begitu gembiranya ketika naik kelas.

 

Dapatkah kegiatan menulisku saat ini, membuatku gembira seperti tulisan angka-angka raporku saat itu?

 

          Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. membersamai kami dalam pertemuan kelas menulis gelombang 22, Jumat, 15 Oktober 2021. Tema pertemuan kali ini adalah “Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi”, Bu Aam telah menjadi inspirasi bahwa dengan menulis akan menghadirkan rasa “gembira” ketika “naik kelas”. Banyak prestasi yang sudah peroleh oleh Bu Aam dari hasil menulis, melangkah dari blogger, kemudian naik kelas menjadi moderator, kurator, bahkan editor. Dari tulisan yang menghasilkan prestasi, inilah hakikatnya dari naik kelas.

           Berikut profil Bu Aam Nurhasanah, S.Pd.



       Ide dalam membuat tulisan yang menghasilkan prestasi dapat diperoleh dari berbagai hal, seperti berikut:

1. Mulai dari hal yang disukai.

Menulislah dari ide yang kita sukai, dengan begitu kita akan menikmatinya.

 

2. Mulai dari album foto.

Dari sebuah foto, akan banyak cerita yang bisa kita tuliskan.

Apa yang dilakukan saat itu?

Dengan siapa saat itu?

Kapan terjadinya?

 

3. Mulai dari diri sendiri.

Menulis dapat dimulai dari pengalaman yang dialami oleh diri sendiri, sehingga akan mudah membuat peta pikiran dari cerita yang ingin dituliskan.

 

4. Mulai dari cerita teman atau sosial media.

 Ide-ide kadang muncul, dari cerita teman atau cerita yang kita dapat dari sosial media. Setelah dikembangkan akan menjadi ide-ide baru dari tulisan kita.

 

5.Mulai menulis dari sekarang!

Menulislah sekarang, buktikan apa yang terjadi selanjutnya! Setiap kegiatan pasti akan terasa sulit saat memulai, maka mulailah dari “sekarang” sebelum datangnya “rintangan”.

 

          Bu Aam memberikan tips menulis, berikut ini:

1.Berusaha menulis dari hati dengan mengekspresikan ide-ide yang berserak.

2.Taklukan rasa malas ketika hendak menulis, PD saja ketika menulis.

3.Sebelum tulisan dipublish, cek lagi tulisan Anda untuk menghindari typo (salah ketik).

4.Sering Blog Walking (BW) dan memberikan komentar pada blog teman.

5.Latihlah kemampuan menulis di setiap kesempatan.

6.Ikutlah challenge menulis di setiap kesempatan.

7.Jangan kecewa ketika belum menang atau gagal, tetap semangat menulis untuk terus berprestasi.

8.Menulislah untuk berbagi dan menginspirasi negeri.

 

          Dalam keterampilan berbahasa, ada 4 hal yang harus kita kuasai, yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Menyimak/mendengarkan dan membaca adalah keterampilan berbahasa yang dapat dimanfaatkan untuk menerima dan memahami bahasa, kita dapat memperoleh ilmu dari mendengarkan dan membaca suatu karya. Keterampilan ini biasa disebut sebagai keterampilan pasif. Sebaliknya, berbicara dan menulis termasuk keterampilan produktif karena memproduksi bahasa. Maka, menulis dapat dikatakan sebagai keterampilan yang dapat membuat seseorang naik kelas, karena tidak hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga dapat berbagi ilmu.  

          Inspirasi dari buku solo Bu Aam berjudul “Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat”, jika ingin menjadi penulis hebat, bangunlah dari mimpi, dan buktikan dalam tindakan! “Menulislah untuk membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...