Resume materi : 6
Tema : Menulis Membuatku Naik
Kelas dan Berprestasi
Pemateri : Aam Nurhasanah, S.Pd.
Moderator : Ms.Phia
Gelombang : 22
Penulis : Eulis Anggunsari
Naik
kelas …
Angka-angka
dituliskan mengabarkan kegembiraan untuk anak-anak saat tiba waktunya naik
kelas.
Terbayang pertemuan bagi rapor saat tibanya penentuan naik
kelas saat itu. Bersama ibu dengan harap-harap cemas menanti guru memberikan
kabar baik. Setelah kutahu, barulah kurasa, begitu gembiranya ketika naik
kelas.
Dapatkah
kegiatan menulisku saat ini, membuatku gembira seperti tulisan angka-angka
raporku saat itu?
Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. membersamai kami dalam pertemuan
kelas menulis gelombang 22, Jumat, 15 Oktober 2021. Tema pertemuan kali ini
adalah “Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi”, Bu Aam telah menjadi
inspirasi bahwa dengan menulis akan menghadirkan rasa “gembira” ketika “naik
kelas”. Banyak prestasi yang sudah peroleh oleh Bu Aam dari hasil menulis,
melangkah dari blogger, kemudian naik kelas menjadi moderator, kurator, bahkan
editor. Dari tulisan yang menghasilkan prestasi, inilah hakikatnya dari naik
kelas.
Berikut profil Bu
Aam Nurhasanah, S.Pd.
Ide dalam membuat tulisan yang menghasilkan prestasi dapat
diperoleh dari berbagai hal, seperti berikut:
1.
Mulai dari hal yang disukai.
Menulislah dari ide
yang kita sukai, dengan begitu kita akan menikmatinya.
2.
Mulai dari album foto.
Dari sebuah foto, akan
banyak cerita yang bisa kita tuliskan.
Apa yang dilakukan saat
itu?
Dengan siapa saat itu?
Kapan terjadinya?
3.
Mulai dari diri sendiri.
Menulis dapat dimulai
dari pengalaman yang dialami oleh diri sendiri, sehingga akan mudah membuat
peta pikiran dari cerita yang ingin dituliskan.
4.
Mulai dari cerita teman atau sosial media.
Ide-ide kadang muncul, dari cerita teman atau
cerita yang kita dapat dari sosial media. Setelah dikembangkan akan menjadi
ide-ide baru dari tulisan kita.
5.Mulai
menulis dari sekarang!
Menulislah sekarang,
buktikan apa yang terjadi selanjutnya! Setiap kegiatan pasti akan terasa sulit
saat memulai, maka mulailah dari “sekarang” sebelum datangnya “rintangan”.
Bu Aam memberikan tips menulis, berikut ini:
1.Berusaha menulis dari
hati dengan mengekspresikan ide-ide yang berserak.
2.Taklukan rasa malas
ketika hendak menulis, PD saja ketika menulis.
3.Sebelum tulisan dipublish, cek lagi tulisan Anda untuk
menghindari typo (salah ketik).
4.Sering Blog Walking (BW) dan memberikan
komentar pada blog teman.
5.Latihlah kemampuan
menulis di setiap kesempatan.
6.Ikutlah challenge
menulis di setiap kesempatan.
7.Jangan kecewa ketika
belum menang atau gagal, tetap semangat menulis untuk terus berprestasi.
8.Menulislah untuk
berbagi dan menginspirasi negeri.
Dalam keterampilan berbahasa, ada 4 hal yang harus kita
kuasai, yaitu menyimak, membaca,
berbicara, dan menulis. Menyimak/mendengarkan dan membaca adalah
keterampilan berbahasa yang dapat dimanfaatkan untuk menerima dan memahami
bahasa, kita dapat memperoleh ilmu dari mendengarkan dan membaca suatu karya. Keterampilan
ini biasa disebut sebagai keterampilan pasif. Sebaliknya, berbicara dan menulis
termasuk keterampilan produktif karena memproduksi bahasa. Maka, menulis dapat
dikatakan sebagai keterampilan yang dapat membuat seseorang naik kelas, karena
tidak hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga dapat berbagi ilmu.
Inspirasi dari buku solo Bu Aam berjudul “Mengukir Mimpi
Jadi Penulis Hebat”, jika ingin menjadi penulis hebat, bangunlah dari mimpi,
dan buktikan dalam tindakan! “Menulislah
untuk membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar