Kamis, 21 Oktober 2021

Komitmen Menulis di Blog


 

Blog     : Rumah dalam Jaringan

 

Resume materi     : 8

Tema                    : Komitmen Menulis di Blog

Pemateri               : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.

Moderator            : Aam Nurhasanah        

Gelombang           : 22

Penulis                 : Eulis Anggunsari, S.Pd.

 

          Dalam era milenial, menulis tidak lagi menjadi sulit, sebab kita dapat menulis di mana dan kapan saja, melalui gadget yang selalu ada dalam keseharian kita. Media menulis yang cukup relevan dalam perkembangan tulis menulis saat ini adalah melalui blog menulis. Dengan menulis di blog, tulisan kita akan menjadi jejak digital, sebab tulisan hari ini dapat dibaca di waktu yang akan datang.

          Narasumber dalam pertemuan kelas menulis gelombang 22 kali ini bernama Drs. Dedi Dwitagama, M.Si., dengan berbagai kesibukkannya, tetap piawai dalam menulis. Salah satu media menulisnya adalah blog, yang telah dipublikasi dan memiliki pembacanya sendiri. Setiap kegiatan yang dilakukan, baik dalam dunia pekerjaan yang digeluti atau keseharian bersama keluarga, beliau bisa tuliskan dalam sebuah blog. Berikut profil narasumber : Profil Drs.Dedi Dwitagama, M.Si.

             

Bagaimana menjadikan menulis di blog sebagai komitmen?

        Menurut KBBI, komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu. Berkomitmen dalam hal menulis berarti bentuk dedikasi yang mengikat seseorang untuk selalu melakukan kegiatan menulis. Tulis dari yang kita rasa, kita tahu, dan kapan pun kita bisa.

          Dalam meningkatkan komitmen kita dalam menulis, blog dapat pula kita ibaratkan sebagai rumah. Rumah berisi kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Blog sebagai rumah dalam jaringan, dapat dikatakan sebagai catatan harian yang sudah terjadi dalam kehidupan kita, yang kita simpan dalam jaringan internet, sehingga dapat dibaca oleh khalayak di belahan dunia manapun. Cobalah dengan menulis blog dari yang sederhana, berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan, lambat laun ketika kita sudah berkomitmen untuk menulis, akan muncullah ide-ide luar biasa.

          Nah, bagaimana blog kita dapat dibaca oleh banyak orang? Buatlah tulisan yang menarik. Sama seperti interaksi di dunia nyata, orang-orang yang menarik adalah orang-orang yang memiliki kepribadian khusus. Maka blog pun bisa menarik ketika memiliki manfaat yang dibutuhkan oleh pembacanya. Ada hal khusus yang ingin diketahui oleh pembaca, atau memiliki visi yang sama, sehingga pembaca ingin terus membaca apa yang kita tuliskan dalam blog.

          Menulis adalah sebuah proses meninggalkan jejak dalam hidup. Dalam peribahasa dikatakan “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”, tulisan kita dalam blog, dapat menjadi jejak yang akan kita tinggalkan, jika kita terbiasa menulis, maka kita akan meninggalkan tulisan. Dari tulisan tersebut, bisa jadi memotivasi orang lain. Maka, menulislah dengan tulisan yang baik dan bermanfaat!

          Perlunya komitmen kita dalam menulis, juga menjadi penting, sebab ketika kita sudah terbiasa menulis hal yang biasa, kemudian menjadi hal yang luar biasa, bahkan dalam suatu komunitas menulis dikatakan sebagai karya tulis yang berkualitas, maka muncullah label identitas kita sebagai penulis. Menjadi apa dan bagaimana, kitalah yang menentukan.

Menulislah untuk waktumu hari ini!

          Bagaimana ketika menulis tak ada waktu? Waktu itu kita yang kelola.  Jadi, 24 jam yang sudah Allah berikan kepada kita bisa cukup jika kita mau. Kita yang tahu waktu produktif yang bisa kita lakukan untuk menulis. Mungkin saja dengan menulis di blog dan dibaca oleh banyak orang, mewujudkan mimpi kita menjadi seorang penulis.

Blogku, rumah jaringanku!

           Baiti Jannati, suatu quotesku saat ini tentang menulis di blog. Semoga dalam perjalanan menulisku di blog ini, akan ada banyak cerita suka, seperti halnya rumah yang diisi canda tawa dari anak-anak. Pencapaian menulis bukan semata untuk menjadi penulis hebat, namun adanya rasa “bahagia”, bahagia ketika kita merindu “surga”.

2 komentar:

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...