Minggu, 24 Oktober 2021

Ide Menulis Bagi Guru


 

Resume materi     : 9

Tema                    : Ide Menulis Bagi Guru

Pemateri               : Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator            : Rosminiyati       

Gelombang           : 22

Penulis                 : Eulis Anggunsari, S.Pd.       

                                               

Berani mentertawakan diri sendiri!



Sebuah quote manis dari narasumber kelas menulis kali ini, bahwa dengan memiliki pendidikan, pengalaman, kemudian relasi atau hubungan dengan orang lain yang baik melalui 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) mengantarkan kepada kunci sukses. Maka, beranilah melakukan sesuatu, dengan begitu kita bisa tertawa bahagia untuk diri kita sendiri!

 

“Berguru dari seorang guru”        

          Luar biasa, yang pantas disanjungkan untuk narasumber pada pertemuan kali ini. Beliaulah seorang guru yang menjadi pelopor guru penggerak, guru blogger, motivator, penulis buku, dan bahkan menjadi founder pelatihan menulis gratis PGRI. Beliaulah Wijaya Kusumah. Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1971. Karier bermula sebagai guru bidang studi TIK di SMP Labschool Jakarta, kemudian menjadi guru bagi guru-guru se-Indonesia dalam kelas menulis. Banyak prestasi yang sudah beliau peroleh, baik dalam keprofesian sebagai guru maupun bidang-bidang lainnya. Merangkul guru lain untuk cakap menulis dan membantu guru agar mampu menerbitkan buku. Om Jay, begitu sapaannya, membuka kaca mata baru, bahwa seseorang yang sudah berprofesi sebagai guru dapat mengepakkan sayap untuk melihat lagi dunia yang begitu luasnya.

 

“Ide menulis bagi guru”

          Ide menulis bagi guru sangatlah banyak. Bisa dimulai dari aktivitas mengajar, menulis berdasar pada materi yang diajarkan, atau interaksi dengan murid. Semua itu dapat menjadi karya tulis.

          Menulis bisa berasal dari dalam dirinya atau orang lain. Pun kisah nyata dalam kegiatan sehari-hari bisa diuraikan dalam bahasa tulis. Om Jay memberikan contoh pengalamannya kemudian menjadi tulisan yang dapat dipublikasi dalam berbagai media, seperti di blog pribadi https://wijayalabs.com , kompasiana.com, blogger.com, https://guru penggerakindonesia.com, atau https://terbitkanbukugratis.id.

          Dengan perkembangan yang ada, tidak sulit untuk membantu mengembangkan ide. Cobalah berselancar di google.com atau youtube.com, berdasarkan tema yang kita buat untuk memperkaya tulisan kita.

Bagaimana tahapan menulis? Menulis dibagi ke dalam tahap pembuka, isi, dan penutup. Alinea pertama berisi pembuka atau apa yang akan ditulis. Kemudian alinea berikutnya pengembangan dari apa yang ditulis, diakhiri dengan alinea penutup berisi kesimpulan dari materi yang disampaikan. Tulisan yang akan dibuat juga harus memperhatikan aspek kata tanya, sehingga pembacanya menemukan ide dari tulisan tersebut. Mengetahui apa yang ditulis, siapa saja pelaku yang berkaitan dengan tulisan, di mana tulisan itu berasal, kapan materi tersebut muncul, mengapa materi tersebut menjadi penting, atau bagaimana materi tersebut dapat dimanfaatkan, serta hal-hal lain yang bisa diperoleh oleh pembacanya. Aspek kata tanya tersebut dirumuskan dalam 5W + 1H. Berikut aspek kata tanya:



          Pertanyaan muncul pada sesi tanya jawab bersama Om Jay. Terkadang ketika muncul ide menulis, apa yang mau kita tulis sudah ditulis oleh orang lain, sehingga membuat surut semangat untuk menulis, bagaimana menyikapi hal tersebut? Tentu setiap orang punya gayanya sendiri dalam menulis. Tema boleh sama, namun sudah tentu ketika ditulis oleh orang yang satu akan berbeda dengan orang yang lainnya. Hal ini bisa terjadi karena karakteristik seseorang berdasar pendidikan dan pengalamannya, yang bisa jadi berbeda, sehingga mempengaruhi tulisannya.

“Hasil menulis”

          Menulis dapat memberikan hal positif tidak hanya bagi pembacanya, bahkan keuntungan terlebih bagi penulisnya sendiri. Melalui kegiatan menulis seolah-olah seseorang telah memberi sesuatu kepada orang lain. Padahal, pada saat itu sebenarnya keuntungan yang terbanyak justru akan diperoleh oleh penulisnya sendiri. Dengan menulis maka pengetahuannya menjadi terpelihara dan akan selalu bertambah. Selain itu, juga terbangun silaturahmi yang luas.

          Guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan. Hal ini harus mendorong peran serta dari setiap guru untuk mampu menjadi motivator bagi peserta didiknya. Memotivasi peserta didik untuk mampu mendorongnya mencapai suatu tujuan, yaitu manusia yang beriman, bertaqwa, kreatif, dan mandiri. Guru adalah kita, kita adalah penggerak. Maka gaungkan hal positif kepada peserta didik, salah satunya melalui keterampilan menulis.

          “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”, jargon khas dari Om Jay.  Dari kegiatan menulisnya, menghasilkan berbagai karya, bahkan income , yang menghasilkan pundi-pundi ilmu untuk keberlangsungan peningkatan pengetahuannya.

          Dari pengalaman dan ilmu yang disampaikan Om Jay dalam pertemuan kali ini, mengantarkan saya pada satu kesimpulan bahwa jika kita sudah memiliki passion terhadap suatu hal, maka beranilah untuk terus melakukannya, suatu saat pasti akan berbuah manis. “Berkelakarlah dengan ilmu, untuk duniamu yang bahagia!”

2 komentar:

  1. Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik.

    https://youtu.be/lcxArAVkDbQ

    Ayo kita ikuti acara ya tgl 28 Oktober 2021 pukul 12.30 WIB

    BalasHapus

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...