Resume materi : 9
Tema : Ide Menulis Bagi Guru
Pemateri : Wijaya Kusumah, M.Pd.
Moderator : Rosminiyati
Gelombang : 22
Penulis : Eulis Anggunsari, S.Pd.
Berani
mentertawakan diri sendiri!
Sebuah quote manis dari narasumber kelas menulis
kali ini, bahwa dengan memiliki pendidikan, pengalaman, kemudian relasi atau hubungan
dengan orang lain yang baik melalui 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun)
mengantarkan kepada kunci sukses. Maka, beranilah melakukan sesuatu, dengan
begitu kita bisa tertawa bahagia untuk diri kita sendiri!
“Berguru
dari seorang guru”
Luar biasa, yang
pantas disanjungkan untuk narasumber pada pertemuan kali ini. Beliaulah seorang
guru yang menjadi pelopor guru penggerak, guru blogger, motivator, penulis
buku, dan bahkan menjadi founder pelatihan menulis gratis PGRI. Beliaulah
Wijaya Kusumah. Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1971. Karier bermula sebagai guru
bidang studi TIK di SMP Labschool Jakarta, kemudian menjadi guru bagi guru-guru
se-Indonesia dalam kelas menulis. Banyak prestasi yang sudah beliau peroleh,
baik dalam keprofesian sebagai guru maupun bidang-bidang lainnya. Merangkul
guru lain untuk cakap menulis dan membantu guru agar mampu menerbitkan buku. Om
Jay, begitu sapaannya, membuka kaca mata baru, bahwa seseorang yang sudah berprofesi
sebagai guru dapat mengepakkan sayap untuk melihat lagi dunia yang begitu
luasnya.
“Ide
menulis bagi guru”
Ide menulis bagi guru sangatlah banyak. Bisa dimulai dari
aktivitas mengajar, menulis berdasar pada materi yang diajarkan, atau interaksi
dengan murid. Semua itu dapat menjadi karya tulis.
Menulis bisa berasal dari dalam dirinya atau orang lain.
Pun kisah nyata dalam kegiatan sehari-hari bisa diuraikan dalam bahasa tulis.
Om Jay memberikan contoh pengalamannya kemudian menjadi tulisan yang dapat
dipublikasi dalam berbagai media, seperti di blog pribadi https://wijayalabs.com , kompasiana.com,
blogger.com, https://guru penggerakindonesia.com, atau https://terbitkanbukugratis.id.
Dengan perkembangan yang ada, tidak sulit untuk membantu
mengembangkan ide. Cobalah berselancar di google.com atau youtube.com,
berdasarkan tema yang kita buat untuk memperkaya tulisan kita.
Bagaimana
tahapan menulis? Menulis dibagi ke dalam tahap pembuka, isi, dan penutup. Alinea
pertama berisi pembuka atau apa yang akan ditulis. Kemudian alinea berikutnya
pengembangan dari apa yang ditulis, diakhiri dengan alinea penutup berisi
kesimpulan dari materi yang disampaikan. Tulisan yang akan dibuat juga harus
memperhatikan aspek kata tanya, sehingga pembacanya menemukan ide dari tulisan
tersebut. Mengetahui apa yang ditulis, siapa saja pelaku yang berkaitan dengan
tulisan, di mana tulisan itu berasal, kapan materi tersebut muncul, mengapa
materi tersebut menjadi penting, atau bagaimana materi tersebut dapat
dimanfaatkan, serta hal-hal lain yang bisa diperoleh oleh pembacanya. Aspek
kata tanya tersebut dirumuskan dalam 5W + 1H. Berikut aspek kata tanya:
Pertanyaan muncul pada sesi tanya jawab bersama Om Jay.
Terkadang ketika muncul ide menulis, apa yang mau kita tulis sudah ditulis oleh
orang lain, sehingga membuat surut semangat untuk menulis, bagaimana menyikapi
hal tersebut? Tentu setiap orang punya gayanya sendiri dalam menulis. Tema
boleh sama, namun sudah tentu ketika ditulis oleh orang yang satu akan berbeda
dengan orang yang lainnya. Hal ini bisa terjadi karena karakteristik seseorang
berdasar pendidikan dan pengalamannya, yang bisa jadi berbeda, sehingga
mempengaruhi tulisannya.
“Hasil
menulis”
Menulis dapat memberikan hal positif tidak hanya bagi
pembacanya, bahkan keuntungan terlebih bagi penulisnya sendiri. Melalui
kegiatan menulis seolah-olah seseorang telah memberi sesuatu kepada orang lain.
Padahal, pada saat itu sebenarnya keuntungan yang terbanyak justru akan
diperoleh oleh penulisnya sendiri. Dengan menulis maka pengetahuannya menjadi
terpelihara dan akan selalu bertambah. Selain itu, juga terbangun silaturahmi
yang luas.
Guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan. Hal ini harus
mendorong peran serta dari setiap guru untuk mampu menjadi motivator bagi
peserta didiknya. Memotivasi peserta didik untuk mampu mendorongnya mencapai
suatu tujuan, yaitu manusia yang beriman, bertaqwa, kreatif, dan mandiri. Guru
adalah kita, kita adalah penggerak. Maka gaungkan hal positif kepada peserta
didik, salah satunya melalui keterampilan menulis.
“Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”,
jargon khas dari Om Jay. Dari kegiatan
menulisnya, menghasilkan berbagai karya, bahkan income , yang menghasilkan pundi-pundi ilmu untuk keberlangsungan
peningkatan pengetahuannya.
Dari pengalaman dan ilmu yang disampaikan Om Jay dalam
pertemuan kali ini, mengantarkan saya pada satu kesimpulan bahwa jika kita
sudah memiliki passion terhadap
suatu hal, maka beranilah untuk terus melakukannya, suatu saat pasti akan
berbuah manis. “Berkelakarlah dengan ilmu,
untuk duniamu yang bahagia!”
Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik.
BalasHapushttps://youtu.be/lcxArAVkDbQ
Ayo kita ikuti acara ya tgl 28 Oktober 2021 pukul 12.30 WIB
Terima kasih Om Jay. Insya Allah om
BalasHapus