Jumat, 22 Oktober 2021

Menulis Buku dari Karya Ilmiah


 Resume materi     : 4

Tema                    : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Pemateri               : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Moderator            : Rosminiyati       

Gelombang           : 22

Penulis                 : Eulis Anggunsari

 

Buku hadir dari cipta seseorang, atas izin Allah, sebagai takdir dari sebuah ikhtiar yang panjang. Seperti halnya buku yang berlembar-lembar halaman.

           

          Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. menjadi narasumber pada pertemuan kali ini. Selain sebagai pengajar, beliau pun aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, menerbitkan buku antologi dan buku solo, serta menjadi narasumber di berbagai pelatihan menulis.

Tema yang disuguhkan adalah tentang menulis buku dari karya ilmiah. Wah, menarik ya! Dari karya ilmiah yang dibuat, ternyata dapat disampaikan lagi dalam bentuk buku, sehingga dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh orang lain.

          Proses dalam mengkonversi suatu karya ilmiah menjadi buku ternyata tidaklah mudah. Antara laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada pula yang harus ditambahkan.

Bagaimana proses menulis buku dari karya ilmiah?

          Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menulis buku dari karya ilmiah, yaitu:

1.Ubah Judul

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Maka, perlu dihilangkan materi, subjek, dan tempat penelitian. Sebagai contoh, dari judul tesis “Pengembangan Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas X SMA” dapat diubah menjadi “Kiat Praktis Menulis Modul Berbasis Riset”. Dapat dilihat dari contoh judul tersebut, objek/fokus penelitian tesis terletak pada pengembangan/pembuatan modul. Jadi, ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu. Kemudian tambahkan kata seperti kiat, jurus, strategi, cara sukses, dan sebagainya, agar menjadi judul yang populer. Judul yang popular akan menarik pembaca untuk membaca buku tersebut. Seperti sebuah ungkapan “cinta pada pandangan pertama”, ketika sudah ada ketertarikan akan judul buku tersebut, maka akan tergoda untuk membacanya.


Contoh buku dari karya ilmiah:



2. Ubah Daftar Isi

Berikut contoh perbedaan daftar isi antara karya ilmiah dan buku, berdasarkan judul tesis di atas:

Karya Ilmiah

Buku

Bab 1 : Pendahuluan (berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, dan batasan masalah)

Bab 2 : Landasan Teori

Bab 3 : Metode Penelitian (berisi rumus-rumus statistika)

Bab 4 : Hasil dan Pembahasan

Bab 5 : Penutup (berisi kesimpulan dan saran)

Daftar isi mengikuti pedoman 2W +1H

Bab 1 : (Why) menjelaskan pentingnya modul berbasis riset

Bab 2 : (What) menjelaskan apa itu modul berbasis riset

Bab 3,4,5 dan seterusnya : (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, dan bagaimana penerapannya.

 

Dapat pula mengembangkan materi dari bab 2 di KTI, seperti contoh berikut:

Karya Tulis Ilmiah

Buku

Bab 2 : Landasan Teori

2.1 Hasil belajar

2.2 Media Pembelajaran

2.3 Modul

2.4 Metode Pembelajaran

2.5 Pembelajaran Berbasis Riset

Sub bab 2.1 menjadi Bab 2 : Teori Belajar

2.1 Belajar

2.2 Permasalahan dalam Pembelajaran

2.3 Hasil Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya

 

Sub 2.2 menjadi Bab 3 : Media Pembelajaran

3.1 Pengertian Media

3.2 Jenis Media

3.3 Manfaat Media

 

Sub bab 2.3 menjadi Bab 4 : Mengenal Modul

4.1 Pengertian Modul

4.2 Karakteristik Modul

4.3 Sistematika Modul

4.4 Kelebihan Modul

 

Dengan mengubah dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 KTI dan hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya tulis ilmiah.

3. Ubah Sedikit Isi Karya Ilmiah

Hilangkan semua kata penelitian, laporan PTK, laporan skripsi/tesis dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak, cukup yang pentingnya saja. Grafik yang lain dapat ditampilkan dalam bentuk kalimat. Secara kebahasaaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitasnya masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. Kemudian, berikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan, agar pembaca yakin bahwa Anda benar-benar telah melakukan penelitian.

4. Perhatikan Ukuran!

Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman dengan format A5. Untuk ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

Bagaimana seharusnya buku dari karya ilmiah?

Inti dari sebuah buku yang berasal dari karya ilmiah adalah fokus/topik yang akan dibahas secara detail dalam buku tersebut. Apakah pada perancangan, penerapan, aplikasi atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu.  

Hal yang tidak boleh diabaikan adalah isi buku jangan sampai sama persis dengan karya ilmiah. Gunakan teknik parafrase, sehingga tidak terjadi self plagiarisme. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada, sehingga karya ilmiah versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan karya ilmiah aslinya.

Apa manfaat buku dari karya ilmiah?

          Dari karya ilmiah yang telah diubah menjadi buku, akan dapat dimanfaatkan oleh pengajar lain misalnya, untuk berbagi ilmu. Terlebih jika memiliki ISBN, ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah angka kredit. Karya kita pun tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

 

Mari ciptakan bukumu sendiri!  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...