Resume materi : 4
Tema :
Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Pemateri : Noralia Purwa
Yunita, M.Pd.
Moderator :
Rosminiyati
Gelombang : 22
Penulis : Eulis Anggunsari
Buku hadir dari cipta seseorang, atas izin Allah, sebagai
takdir dari sebuah ikhtiar yang panjang. Seperti halnya buku yang
berlembar-lembar halaman.
Ibu
Noralia Purwa Yunita, M.Pd. menjadi narasumber pada pertemuan kali ini. Selain
sebagai pengajar, beliau pun aktif menulis di blog dan tergabung dalam
komunitas sejuta guru ngeblog, menerbitkan buku antologi dan buku solo, serta menjadi
narasumber di berbagai pelatihan menulis.
Tema yang disuguhkan
adalah tentang menulis buku dari karya ilmiah. Wah, menarik ya! Dari karya
ilmiah yang dibuat, ternyata dapat disampaikan lagi dalam bentuk buku, sehingga
dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh orang lain.
Proses
dalam mengkonversi suatu karya ilmiah menjadi buku ternyata tidaklah mudah. Antara
laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus
dihilangkan dan ada pula yang harus ditambahkan.
Bagaimana
proses menulis buku dari karya ilmiah?
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menulis
buku dari karya ilmiah, yaitu:
1.Ubah Judul
Judul karya ilmiah
versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Maka, perlu dihilangkan
materi, subjek, dan tempat penelitian. Sebagai contoh, dari judul tesis “Pengembangan
Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan
Generik Sains Siswa Kelas X SMA” dapat diubah menjadi “Kiat Praktis Menulis Modul
Berbasis Riset”. Dapat dilihat dari contoh judul tersebut, objek/fokus penelitian
tesis terletak pada pengembangan/pembuatan modul. Jadi, ketika diubah menjadi
judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu. Kemudian tambahkan kata
seperti kiat, jurus, strategi, cara sukses, dan sebagainya, agar
menjadi judul yang populer. Judul yang popular akan menarik pembaca untuk
membaca buku tersebut. Seperti sebuah ungkapan “cinta pada pandangan pertama”,
ketika sudah ada ketertarikan akan judul buku tersebut, maka akan tergoda untuk membacanya.
Contoh buku dari karya ilmiah:
2. Ubah Daftar Isi
Berikut contoh perbedaan
daftar isi antara karya ilmiah dan buku, berdasarkan judul tesis di atas:
|
Karya
Ilmiah |
Buku |
|
Bab
1 : Pendahuluan (berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, dan batasan
masalah) Bab
2 : Landasan Teori Bab
3 : Metode Penelitian (berisi rumus-rumus statistika) Bab
4 : Hasil dan Pembahasan Bab
5 : Penutup (berisi kesimpulan dan saran) |
Daftar
isi mengikuti pedoman 2W +1H Bab
1 : (Why) menjelaskan pentingnya modul berbasis riset Bab
2 : (What) menjelaskan apa itu modul berbasis riset Bab
3,4,5 dan seterusnya : (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana
hasil pembuatan, dan bagaimana penerapannya. |
Dapat pula mengembangkan materi dari bab 2 di KTI,
seperti contoh berikut:
|
Karya
Tulis Ilmiah |
Buku |
|
Bab
2 : Landasan Teori 2.1
Hasil belajar 2.2
Media Pembelajaran 2.3
Modul 2.4
Metode Pembelajaran 2.5
Pembelajaran Berbasis Riset |
Sub
bab 2.1 menjadi Bab 2 : Teori Belajar 2.1
Belajar 2.2
Permasalahan dalam Pembelajaran 2.3
Hasil Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub
2.2 menjadi Bab 3 : Media Pembelajaran 3.1
Pengertian Media 3.2
Jenis Media 3.3
Manfaat Media
Sub
bab 2.3 menjadi Bab 4 : Mengenal Modul 4.1
Pengertian Modul 4.2
Karakteristik Modul 4.3
Sistematika Modul 4.4
Kelebihan Modul |
Dengan mengubah dari
bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/mengubahnya menjadi beberapa bab
dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 KTI dan hilangkan rumus
statistika yang biasanya ada di bab 3 karya tulis ilmiah.
3. Ubah Sedikit Isi
Karya Ilmiah
Hilangkan semua kata
penelitian, laporan PTK, laporan skripsi/tesis dan lainnya yang biasanya ada di
karya ilmiah. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak, cukup yang
pentingnya saja. Grafik yang lain dapat ditampilkan dalam bentuk kalimat.
Secara kebahasaaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda
dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas, karena setiap penulis
memiliki ide dan kreativitasnya masing-masing sesuai dengan pengalaman dan
bahan bacaannya. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi
seperti Kemendikbud.go.id, jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya.
Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain
blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. Kemudian, berikan ulasan mengenai
kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan, agar pembaca yakin bahwa
Anda benar-benar telah melakukan penelitian.
4. Perhatikan Ukuran!
Karya ilmiah versi buku
minimal 70 halaman dengan format A5. Untuk ukuran huruf, jenis huruf, dan
margin disesuaikan dengan aturan penerbit.
Bagaimana
seharusnya buku dari karya ilmiah?
Inti
dari sebuah buku yang berasal dari karya ilmiah adalah fokus/topik yang akan dibahas secara detail dalam buku tersebut.
Apakah pada perancangan, penerapan, aplikasi atau yang lainnya. Jika sudah maka
akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu.
Hal
yang tidak boleh diabaikan adalah isi buku jangan sampai sama persis dengan
karya ilmiah. Gunakan teknik parafrase, sehingga tidak terjadi self plagiarisme.
Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada, sehingga karya ilmiah
versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan karya ilmiah aslinya.
Apa
manfaat buku dari karya ilmiah?
Dari karya ilmiah yang telah diubah menjadi buku, akan
dapat dimanfaatkan oleh pengajar lain misalnya, untuk berbagi ilmu. Terlebih
jika memiliki ISBN, ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar
untuk menambah angka kredit. Karya kita pun tidak akan lekang oleh waktu
tentang kebermanfaatannya.
Mari
ciptakan bukumu sendiri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar