Resume
materi : 14
Tema : Menulis Buku Terbaik
Perpusnas
Pemateri : Mudafiatun Isriyah
Moderator : Aam Nurhasanah
Gelombang : 22
Penulis : Eulis Anggunsari, S.Pd.
Setiap pertemuan pelatihan belajar
menulis bersama PGRI selalu membawa kesan tersendiri. Tak terkecuali pada pertemuan
keempat belas ini. Bagaimana menulis hingga menghasilkan buku terbaik?
Pertanyaan ini muncul saat mengetahui bahwa tema yang disajikan dalam pelatihan
menulis kali ini, yaitu “Menulis Buku Terbaik Perpusnas”. Siapakah sosok
narasumber kali ini? Yuk, simak profil narasumber berikut ini:
Beliau
adalah Dr (c) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. yang merupakan dosen dan mengajar di
FIP prodi BK Unipar Jember, asli Lumajang. Bunda Muda begitu ia disapa,
merupakan alumni BM 4. Bunda Muda berhasil meraih penulis buku terbaik
perpusnas (2021). Berkolaborasi dengan Prof. Ekoji dalam tantangan menulis buku
satu minggu. Bukunya lolos seleksi penerbit mayor dan mendulang kesuksesan.
Sebagai moderator, Bu Aam Nurhasanah memperkenalkan
narasumber yang luar biasa. Dari belajar menulis di grup menulis gelombang 4,
ternyata membawa prestasi yang luar biasa. Menulis menjadi sarana mengembangkan
ide, yang berbuah manis, hingga Bunda Muda berhasil menjadi penulis buku
terbaik perpusnas tahun 2021.
Ingin tahu bagaimana Bunda Muda
dapat meraih penghargaan sebagai penulis buku terbaik? Yuk, simak pengalaman dan
tipsnya!
a. Pengalaman "Menulis Buku Terbaik
Nasional"
Pengalaman
adalah guru terbaik. Dengan pengalaman, kita akan belajar berproses untuk
mencapai suatu tujuan. Jika tujuan kita adalah menemukan makna “menulis”, maka
ikutilah pelatihan menulis. Seperti halnya yang dilakukan Bunda Muda, dengan passionnya dalam menulis, kemudian ia
kembangkan melalui pelatihan menulis di kelas menulis gelombang 4 bimbingan Om
Jay, guru kita, “Sang Blogger Nasional”.
Pahami pengertian menulis!
Penulis
terlebih dahulu harus memahami pengertian menulis. Menulis merupakan
keterampilan untuk menuangkan ide atau gagasan secara tertulis. Pengertian
menulis di sini, berkaitan dengan ide atau tujuan apa yang hendak dicapai. Jika
ingin menerbitkan buku, maka kembangkan ide tersebut sekreatif mungkin, sehingga
menjadi tulisan yang berkualitas.
Menulis
kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada
pengembagan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan
menarik. Dengan tulisan yang menarik, maka akan ada daya tarik, sehingga
pembaca ingin membaca tulisan kita. Bahkan dapat diterbitkan dan mendapat
penghargaan, seperti pengalaman Bunda Muda ini.
b.
Tips "Menulis Buku Terbaik Nasional"
Untuk
dapat menulis buku yang dapat diterbitkan, maka penulis perlu memahami tulisan/
jenis teks yang akan digunakan. Misalnya saja teks deskripsi. Berikut cara
membuat teks deskripsi, antara lain:
1.Memilih
dan menentukan objek yang akan dibahas.
2.Menentukan
maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi.
3.Mengumpulkan
sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara
terperinci.
4.Menyusun
kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.
Sejarah Menulis
Menulis
biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat
seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, ada beberapa jenis tulisan,
diantaranya:
a.Tulisan
hieroglif
Tulisan
hieroglif berasal dari Mesir Kuno. Menulis pada saat itu, dilakukan dengan menggunakan
gambar. Huruf-huruf hieroglif mewakili kata-kata atau benda.
b.Tulisan
aksara
Tulisan
dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak)
menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi.
Kegiatan
menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang
menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah
diterbitkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis
juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang
dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi
lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat
ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan
menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan
lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.
Unsur-unsur Menulis
Kegiatan
menulis menghasilkan tulisan yang mempunyai empat unsur, yaitu:
a.Gagasan
Gagasan
merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Sebuah topik berkaitan
dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Topik
disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau
pengetahuan.
b.Tuturan
Tuturan
merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan
umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.
c.Tatanan
Tatanan
merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan
menulis. Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu
tulisan.
d.Wahana
Wahana
merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis. Wahana dapat
berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. Banyaknya wahana yang digunakan
selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah
kata yang diketahui oleh penulis.
Tujuan Menulis
Setelah
mengetahui pengertian menulis, sejarah, dan perkembangan menulis, maka kita
juga harus menentukan tujuan dari kegiatan menulis. Menulis secara umum
memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas,
dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan
mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi.
Menulis dengan tujuan menjelaskan bermakna bahwa tulisan memberikan suatu
informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk
menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi.
Sementara itu, menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan
untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa
menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya. Sedangkan menulis untuk meyakinkan
pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat
dengan gagasan yang tertulis.
Tingkatan menulis
Menulis
memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Penulis memiliki kemampuan menulis yang
berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan
dari penulis atau kemampuan dan kebutuhan dari pembaca tulisan.
Menurut
tingkat keseriusannya?
Berdasarkan
tingkat keseriusannya, menulis dibedakan menjadi menulis serius dan menulis
santai. Kegiatan menulis serius merupakan kegiatan menulis yang memerlukan
tingkat kecermatan yang tinggi disertai dengan tingkat konsentrasi yang tinggi.
Salah satu contohnya adalah menulis karangan. Sebaliknya, kegiatan menulis
santai merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja
dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat.
Faktor penghambat menulis
Kegiatan
menulis umumnya terhambat akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang
ditulisnya. Bentuk keraguan menulis ini terbagi menjadi kecemasan terhadap
tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide
dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan terbagi lagi
menjadi kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca
serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. Sementara itu, kehabisan gagasan
umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan
rekreasi yang dilakukan oleh penulis. Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya
adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan.
Jika
ingin terjun menulis, maka lawanlah hambatan menulis. Latih terus kemampuan
menulis. Penulis juga harus mengetahui tentang novelty. Novelty adalah unsur
kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika
menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan
maupun bagi kehidupan. Hindari Plagiarisme, sehingga kita menghasilkan buku
yang memiliki temuan baru yang berbeda dengan yang lainnya.
Dalam
pertemuan kali ini, Bunda Muda memberikan semangat kepada para peserta menulis
gelombang 22 untuk membuat resume terbaiknya. Tips yang beliau sampaikan adalah
membaca materi yang disampaikan narasumber, kemudian olah dalam tulisan
berdasarkan gaya penulisan sendiri, namun mengandung makna yang sama. Dengan
begitu, akan memiliki daya tarik yang berbeda dengan penulis lainnya.
Tunggu
apa lagi, dengan mengetahui pengalaman Bunda Muda dalam menghasilkan buku
terbaik, maka mulailah dengan strategi menulis yang tepat. Banyaklah membaca
literatur/referensi. Buku-buku referensi/teori banyak yang E-Book, mudah untuk
browsing. Mengkaji fenomena yang ada, kemudian tentukan noveltynya. Untuk penulisan referensi saat ini semua era
digital, dengan menggunakan Mendeley, IEEE, APA, itu sudah tersedia di laptop, di
windowsnya juga ada, semua penulisan referensi secara otomatis akan keluar
sudah tertata rapi.
Ikuti
tantangan menulis bersama Prof.Ekoji, seperti yang dilakukan Bunda Muda akan
memudahkan penulis menerbitkan buku di penerbit mayor. Dalam tantangan 7 hari
bersama Prof.Ekoji. Menulis dalam1 (satu) hari, minimal satu bab. Maka dalam
waktu satu minggu, jadilah buku yang dapat diterbitkan. Dengan mengolah hati
(behaviral intention) akan melahirkan komitmen menulis. Maka tantangan menulis
bersama Prof.Ekoji dapat dilakukan dengan tuntas.
Demikian
materi dalam pertemuan kali ini. Semoga dapat menginspirasi untuk membuat buku
terbaik.
Buku adalah absensi kehadiran dari olahan hati
seorang penulis, maka menulislah dari hatimu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar