Minggu, 07 November 2021

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

 

Resume materi   : 14

Tema                  : Menulis Buku Terbaik Perpusnas

Pemateri             : Mudafiatun Isriyah

Moderator          : Aam Nurhasanah

Gelombang        : 22

Penulis               : Eulis Anggunsari, S.Pd.

 

          Setiap pertemuan pelatihan belajar menulis bersama PGRI selalu membawa kesan tersendiri. Tak terkecuali pada pertemuan keempat belas ini. Bagaimana menulis hingga menghasilkan buku terbaik? Pertanyaan ini muncul saat mengetahui bahwa tema yang disajikan dalam pelatihan menulis kali ini, yaitu “Menulis Buku Terbaik Perpusnas”. Siapakah sosok narasumber kali ini? Yuk, simak profil narasumber berikut ini:

Beliau adalah Dr (c) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. yang merupakan dosen dan mengajar di FIP prodi BK Unipar Jember, asli Lumajang. Bunda Muda begitu ia disapa, merupakan alumni BM 4. Bunda Muda berhasil meraih penulis buku terbaik perpusnas (2021). Berkolaborasi dengan Prof. Ekoji dalam tantangan menulis buku satu minggu. Bukunya lolos seleksi penerbit mayor dan mendulang kesuksesan.



          Sebagai moderator, Bu Aam Nurhasanah memperkenalkan narasumber yang luar biasa. Dari belajar menulis di grup menulis gelombang 4, ternyata membawa prestasi yang luar biasa. Menulis menjadi sarana mengembangkan ide, yang berbuah manis, hingga Bunda Muda berhasil menjadi penulis buku terbaik perpusnas tahun 2021.

Ingin tahu bagaimana Bunda Muda dapat meraih penghargaan sebagai penulis  buku terbaik? Yuk, simak pengalaman dan tipsnya!

 a. Pengalaman "Menulis Buku Terbaik Nasional"

Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan pengalaman, kita akan belajar berproses untuk mencapai suatu tujuan. Jika tujuan kita adalah menemukan makna “menulis”, maka ikutilah pelatihan menulis. Seperti halnya yang dilakukan Bunda Muda, dengan passionnya dalam menulis, kemudian ia kembangkan melalui pelatihan menulis di kelas menulis gelombang 4 bimbingan Om Jay, guru kita, “Sang Blogger Nasional”.

Pahami pengertian menulis!

Penulis terlebih dahulu harus memahami pengertian menulis. Menulis merupakan keterampilan untuk menuangkan ide atau gagasan secara tertulis. Pengertian menulis di sini, berkaitan dengan ide atau tujuan apa yang hendak dicapai. Jika ingin menerbitkan buku, maka kembangkan ide tersebut sekreatif mungkin, sehingga menjadi tulisan yang berkualitas.

Menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada pengembagan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik. Dengan tulisan yang menarik, maka akan ada daya tarik, sehingga pembaca ingin membaca tulisan kita. Bahkan dapat diterbitkan dan mendapat penghargaan, seperti pengalaman Bunda Muda ini.

b. Tips "Menulis Buku Terbaik Nasional"

Untuk dapat menulis buku yang dapat diterbitkan, maka penulis perlu memahami tulisan/ jenis teks yang akan digunakan. Misalnya saja teks deskripsi. Berikut cara membuat teks deskripsi, antara lain:

1.Memilih dan menentukan objek yang akan dibahas.

2.Menentukan maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi.

3.Mengumpulkan sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara terperinci.

4.Menyusun kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.

Sejarah Menulis

Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, ada beberapa jenis tulisan, diantaranya:

a.Tulisan hieroglif

Tulisan hieroglif berasal dari Mesir Kuno. Menulis pada saat itu, dilakukan dengan menggunakan gambar. Huruf-huruf hieroglif mewakili kata-kata atau benda.


b.Tulisan aksara

Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi.

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah diterbitkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

Unsur-unsur Menulis

Kegiatan menulis menghasilkan tulisan yang mempunyai empat unsur, yaitu:

a.Gagasan

Gagasan merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Sebuah topik berkaitan dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Topik disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau pengetahuan.

b.Tuturan

Tuturan merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.

c.Tatanan

Tatanan merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan menulis. Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu tulisan.

d.Wahana

Wahana merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis. Wahana dapat berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. Banyaknya wahana yang digunakan selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah kata yang diketahui oleh penulis.

Tujuan Menulis

Setelah mengetahui pengertian menulis, sejarah, dan perkembangan menulis, maka kita juga harus menentukan tujuan dari kegiatan menulis. Menulis secara umum memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas, dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi. Menulis dengan tujuan menjelaskan bermakna bahwa tulisan memberikan suatu informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi. Sementara itu, menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya. Sedangkan menulis untuk meyakinkan pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat dengan gagasan yang tertulis.

Tingkatan menulis

Menulis memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Penulis memiliki kemampuan menulis yang berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dari penulis atau kemampuan dan kebutuhan dari pembaca tulisan.

Menurut tingkat keseriusannya?

Berdasarkan tingkat keseriusannya, menulis dibedakan menjadi menulis serius dan menulis santai. Kegiatan menulis serius merupakan kegiatan menulis yang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi disertai dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Salah satu contohnya adalah menulis karangan. Sebaliknya, kegiatan menulis santai merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat.

Faktor penghambat menulis

Kegiatan menulis umumnya terhambat akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang ditulisnya. Bentuk keraguan menulis ini terbagi menjadi kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan terbagi lagi menjadi kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. Sementara itu, kehabisan gagasan umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh penulis. Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan.

Jika ingin terjun menulis, maka lawanlah hambatan menulis. Latih terus kemampuan menulis. Penulis juga harus mengetahui tentang novelty. Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Hindari Plagiarisme, sehingga kita menghasilkan buku yang memiliki temuan baru yang berbeda dengan yang lainnya.

Dalam pertemuan kali ini, Bunda Muda memberikan semangat kepada para peserta menulis gelombang 22 untuk membuat resume terbaiknya. Tips yang beliau sampaikan adalah membaca materi yang disampaikan narasumber, kemudian olah dalam tulisan berdasarkan gaya penulisan sendiri, namun mengandung makna yang sama. Dengan begitu, akan memiliki daya tarik yang berbeda dengan penulis lainnya.

Tunggu apa lagi, dengan mengetahui pengalaman Bunda Muda dalam menghasilkan buku terbaik, maka mulailah dengan strategi menulis yang tepat. Banyaklah membaca literatur/referensi. Buku-buku referensi/teori banyak yang E-Book, mudah untuk browsing. Mengkaji fenomena yang ada, kemudian tentukan noveltynya.  Untuk penulisan referensi saat ini semua era digital, dengan menggunakan Mendeley, IEEE, APA, itu sudah tersedia di laptop, di windowsnya juga ada, semua penulisan referensi secara otomatis akan keluar sudah tertata rapi.

Ikuti tantangan menulis bersama Prof.Ekoji, seperti yang dilakukan Bunda Muda akan memudahkan penulis menerbitkan buku di penerbit mayor. Dalam tantangan 7 hari bersama Prof.Ekoji. Menulis dalam1 (satu) hari, minimal satu bab. Maka dalam waktu satu minggu, jadilah buku yang dapat diterbitkan. Dengan mengolah hati (behaviral intention) akan melahirkan komitmen menulis. Maka tantangan menulis bersama Prof.Ekoji dapat dilakukan dengan tuntas.

Demikian materi dalam pertemuan kali ini. Semoga dapat menginspirasi untuk membuat buku terbaik.

Buku adalah absensi kehadiran dari olahan hati seorang penulis, maka menulislah dari hatimu!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...