Sabtu, 27 November 2021

Menulis Autobiografi

 

Resume materi     : 20

Tema                    : Menulis Autobiografi

Pemateri               : Suparno, S.Pd., M.Pd.

Moderator            : Raliyanti  

Gelombang           : 22          

Penulis                 : Eulis Anggunsari, S.Pd.

Bagaimana Aku menulis?

Pertemuan hari Rabu, 17 November 2021, menjadi “pembelajar dalam menulis” bersama peserta lainnya, aku mulai menyimak materi dan mempersiapkan bagaimana menulis resume di pertemuan ke-20. Dua puluh waktu telah membersamai dalam perjalanan menulis ini, ilmu yang narasumber berikan, semoga menjadi amal kebaikan, penolong dalam perhitunganNya. Aamiin….

Ini perjalananku menulis kali ini bertema “Menulis Autobiografi”. Bersama narasumber yaitu Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd., dan moderator Bu Raliyanti. Sapa moderator membuka kegiatan dan menyemangati para peserta bahwa pertemuan ke-20 ini menjadi 1 (satu) syarat kelulusan pelatihan menulis. Menuju langkah berikutnya menuju pemenuhan 1 (satu) syarat lagi, yaitu menerbitkan sebuah buku solo berISBN. Bersiap mengolah resume menjadi “bukumu sendiri”.

Bagaimana sosok narasumber kali ini, mari berselancar melalui profil beliau:

Nama                             : Suparno, S.Pd., M.Pd.

Tempat/Tanggal Lahir   : Magetan, 25 Juli 1966

Pendidikan                     : Lulusan D3 86  IKIP Surabaya,  S1 Wima Madiun,  S2    

                                        Unipa Surabaya

Hobi                               : Memiliki  kesukaan  membaca sejak SD, buku pertama 

                                        yang selesai dibaca adalah Thomas Alva Edison  penemu

                                        bola lampu pijar.

Karir                              : Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan

                                           pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016  diangkàt

                                           sebagai kepala sekolah  di SMPN 3 Kawedanan.  Tahun

                                           2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai Maret 2021

                                           mutasi di SMPN  2 Karangrejo Magetan. 

Pak Suparno mulai menyukai kegiatan menulis sejak 1986. Buku-buku yang sudah dipersembahkan diantaranya:

1.     Panduan belajar  Excel

2.     Perjuangan hidupku

3.     Langkah Jitu  Menulis Buku

Karya lainnya, beliau tulis melalui blog di bawah ini:

http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/06/cv-suparno.html?m=1

Berselancar di profil Pak Suparno, begitu banyak perjalanan menulis beliau, yang menjadi motivatorku untuk menulis, khususnya menulis bersama PGRI asuhan Om Jay ini, beberapa langkah lagi menuju tujuan “menerbitkan buku”.

Kegiatan menulis banyak jenisnya, diantaranya adalah menulis autobiografi. Pak Suparno berbagi kepada peserta untuk memahami bagaimana menulis autobiografi.

Dimulai dari apa itu autobiografi?

Autobiografi atau otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam bahasa Inggris, istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada tahun 1809. Namun, bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno.

Kalau riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain namanya biografi. Dari biografi/ cerita orang-orang hebat itu dapatlah menginspirasi para pembaca.  KH. Usairon  mengatakan  bahwa cerita orang-orang  sholih  itu  meningkatkan  iman. Sungguh disayangkan  rasanya, ketika kesuksesan  yang diraih seseorang, apabila  tidak  ditulis  dalam  biografi. Biografi seseorang tokoh dapat menginspirasi  orang lain, menginspirasi keluarga, dan keturunan kita selanjutnya. Sebab yang tertulis akan menjadi jejak peradaban yang tetap terjaga.

Kita tidak tahu berapa  umur seseorang,  kita tidak tahu  kapan ajal  datang, maka menulis buku biografi memiliki manfaat agar anak cucu kita  tahu  sejarah perjalanan  kehidupan kita. Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak cucu kita bisa belajar  betapa  untuk  mencapai  kesuksesan  itu  butuh  perjuangan  yang luar biasa. Suatu  saat  pasti  ada diantara  anak cucu kita  yang cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya. Di saat itu  buku biografi  sangatlah berharga.

Bagaimana menyusun buku biografi?

Sebelum membuat biografi, kita dapat membaca biografi orang-orang terkenal. Belajar bagaimana contoh biografi yang sudah ada, menjadi referensi yang dapat kita kembangkan untuk membuat biografi dari perjalanan hidup kita.

Berikut langkah-langkah menyusun biografi:

1.     Membuat Outline

Membuat outline/kerangka  tulisan dapat dimulai dari masa kelahiran, masa-masa sekolah di TK, SD, SMP, SMA, hingga kuliah, kemudian saat bekerja, menikah, dan punya anak. Pengalaman perjalanan saat pergi  jauh, ke luar kota, luar negeri, dll. atau menuliskan masalah-masalah yang pernah dihadapi,  kenangan pahit, kenangan indah dan sebagainya, pun bisa jadi bahan biografi yang menarik terlebih jika pengalaman tersebut bisa jadi motivasi bagi pembacanya.

2.     Menyiapkan data-data pendukung

Data-data yang dapat mendukung biografi, seperti foto, buku catatan, atau dokumentasi lainnya yang berhubungan dengan perjalanan hidup kita.

3.     Mengembangkan tulisan peroutline atau persubjudul.

Tulislah mengalir dan apa adanya, sampai tulisan selesai. Setelahnya baru lakukan editing. Menulis dengan pikiran, perasaan, dan akal budi dari hasil renungan yang mendalam, maka pikiran akan terbimbing oleh ilham  yang mengarahkan.Ketika sedang menulis, terkadang muncul ilham atau ingatan tentang sesuatu  yang pantas ditulis. Tuliskan saja judulnya, dibuku yang berbeda. Kemudian segera  kembali  fokus ke outline. Setelah semua subjudul sudah terbahas kemudian  sisipkan judul yang terjeda tadi sesuai dengan urutan sejarah perjalanan kehidupan  kita.

4.     Buku biografi yang sudah siap

Agar tampilan buku tampak menarik dan menginspirasi, jika dalam suatu subjudul  ada frase atau kata-kata mutiara yang menginspirasi bisa dituliskan  di paling atas sebelum uraian tulisan. Lakukan editing mulai awal hingga  akhir, jika perlu ada yang ditambah atau dikurangi. Setelah buku autibiografi selesai dan kita sudah melakukan editing secara pribadi, perlu juga masukan dari orang lain yang dapat kita percaya untuk menjadi editor. Meminimalisasi kesalahan penulisan, baik dari ejaan maupun tata bahasa, atau bisa jadi masukan bagi substansi tulisan yang sekiranya tidak perlu, harus dikembangkan, atau tidak sesuai. Kemudian buatlah cover buku yang baik,  mintakan kata pengantar kepada tokoh-tokoh terkenal, semoga membawa  keberkahan. Langkah terakhir adalah buku biografi yang sudah siap, kita kirimkan pada penerbit yang kita percaya.

Itulah langkah-langkah dalam membuat buku biografi. Menulis dari hal sederhana,  misalnya tentang kerja keras, atau tentang bagaimana mencapai kesuksesan dalam belajar maupun bekerja, akan ada sari hikmah yang bisa dipetik.

Tulisan yang baik, akan membuat atau mengajak orang lain juga untuk berbuat baik.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang berjalan dalam kebaikan untuk mendapat keridhoan dariNya.

Mari tuliskan perjalananmu dalam jejak kebaikan!  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...