Sabtu, 13 November 2021

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 


Resume materi   : 16

Tema                  : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Pemateri             : Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator          : Dail Ma’ruf

Gelombang        : 22              

Penulis               : Eulis Anggunsari, S.Pd.

 

Inilah perjalananku menulis hari ini!

Bismillah, Senin, 8 November 2021, pertemuan ke-16 dalam pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 22, siap untuk menerima materi dengan tema “Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis”. Setelah melakukan pelatihan belajar menulis, mendapat ilmu dari beberapa narasumber, menuangkannya melalui resume, perjalanan berlanjut menuju lahirnya sebuah buku. Bagaimana langkah kita dalam menyusun buku secara sistematis? Dalam pertemuan ke-16 ini, Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. membersamai kita sebagai narasumber dan dipandu oleh moderator Bapak Dail Ma’ruf.

Sebelum masuk pada materi, tak kenal maka tak sayang, Maka “sayang” jika kita tidak mengenal narasumber. Dengan mengenalnya, akan menjadi motivasi bahwa dengan menulis, beliau membuktikan selain profesinya sebagai guru, beliau memiliki jejak digital, rekam perjalanan, yang membawa pada eksistensi diri, kebermanfaatan dalam masyarakat, khususnya dalam dunia tulis menulis.

Inilah Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Menjadi guru dan aktif dalam kegiatan menulis. Banyak buku yang sudah diterbitkan, diantaranya buku berjudul “Guru Menulis Guru Berkarya” (Penerbit Eduvation, 2020). Dalam hal ini memotivasi saya, untuk menjadi guru yang punya karya. Banyak cara untuk punya karya, salah satunya dengan menulis. Tulislah yang bermanfaat, dengan begitu karya kita akan menjadi jejak kebaikan yang tetap terjaga. 

Yuk, simak bagaimana langkah menyusun buku secara sistematis!

1.     Langkah Pertama

Dalam kegiatan pelatihan belajar menulis gelombang 22 ini, materi yang sudah kita dapat dari narasumber kita rangkum dalam sebuah resume yang dipublikasikan melalui blog. Untuk membuat buku dari resume-resume tersebut, maka kita harus menyatukan semua naskah dalam satu file Ms Word.

2.     Langkah Kedua

Jika naskah telah siap dalam satu file Ms Word, kita memberikan judul buku terlebih dahulu. Mengapa? karena Judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah tulisan.

3.     Langkah Ketiga

Setelah judul buku siap, buatkan prakata, jika memungkinkan siapkan “kata pengantar” dari orang lain yang dipercayakan. Siapkan pula “sinopsis” dan juga foto ter-keren kita di bagian “Tentang Penulis”.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, ibarat pondasi rumah yang sudah dibangun, kemudian mulailah memberikan bahan-bahan pelengkap, memodifikasi, dan memperindah bangunan “tulisan”, sehingga menghasilkan rumah “tulisan” yang indah dan sistematis.

Jika naskah tulisan belum lengkap, minimal siapkan bab dan judulnya disertai sub judul. Ketika di-setting sistematis, akan selalu mengundang kita untuk melengkapi naskahnya. Mengapa? Karena naskah kita telah memiliki gambaran umum kerangkanya.

So, let's do it!

Agar naskah tulisan dapat disusun secara sistematis, simak video berikut :

1.Cara membuat daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pusaka otomatis.

https://youtu.be/eePQwyHAcjw   

 

2.Cara membuat judul, bab, sub judul tulisan pada buku secara otomatis.

https://youtu.be/jXPr59aWJSc  

 

3.Cara membuat indeks pada tulisan berbentuk buku.

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA  

 

Ketiga video  tersebut menjelaskan metode menyatukan konsep naskah-naskah yang akan dijadikan buku, cara mengeditnya, hingga menjadi sebuah buku yang dapat diterbitkan.

Luar biasa….

Berakit-rakit ke hulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

Mari kita berlelah-lelah dalam menyiapkan buku! Setelah buku diterbitkan, rayakan dengan orang-orang tercinta. Suatu hari, “Kawan, inilah bukuku!”

Bapak H. Thamrin Dahlan dari YPTD, mengatakan “Menulislah untuk memiliki mahkota keabadian”.

Kalimat motivasi dari narasumber dalam pertemuan kali ini:

“Mari menulis untuk menjadi saluran berkah bagi orang banyak. Biarkanlah jejak menulis itu abadi hingga kita berkalang tanah. Raga boleh tiada tapi ide dalam tulisan akan abadi seumur bumi ini.”

Kesimpulan materi kali ini adalah mari hasilkan karyamu sendiri. Tulislah kebaikan melalui buku dan buktikan keberkahan di dalamnya. Buku adalah bagian jejak kebaikanmu dalam hidup.

“Langkah seribu dimulai dari satu langkah: menulislah!”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Program untuk Murid"- Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.3

                                                                                                                    "Program untuk Muri...