Resume
materi : 16
Tema : Langkah Menyusun Buku Secara
Sistematis
Pemateri : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator : Dail Ma’ruf
Gelombang : 22
Penulis : Eulis Anggunsari, S.Pd.
Inilah
perjalananku menulis hari ini!
Bismillah,
Senin, 8 November 2021, pertemuan ke-16 dalam pelatihan belajar menulis PGRI
gelombang 22, siap untuk menerima materi dengan tema “Langkah Menyusun Buku
Secara Sistematis”. Setelah melakukan pelatihan belajar menulis, mendapat ilmu
dari beberapa narasumber, menuangkannya melalui resume, perjalanan berlanjut
menuju lahirnya sebuah buku. Bagaimana langkah kita dalam menyusun buku secara
sistematis? Dalam pertemuan ke-16 ini, Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.
membersamai kita sebagai narasumber dan dipandu oleh moderator Bapak Dail
Ma’ruf.
Sebelum
masuk pada materi, tak kenal maka tak sayang, Maka “sayang” jika kita tidak
mengenal narasumber. Dengan mengenalnya, akan menjadi motivasi bahwa dengan menulis,
beliau membuktikan selain profesinya sebagai guru, beliau memiliki jejak
digital, rekam perjalanan, yang membawa pada eksistensi diri, kebermanfaatan dalam
masyarakat, khususnya dalam dunia tulis menulis.
Inilah
Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan,
Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di
SMAN 5 Tana Toraja. Menjadi guru dan aktif dalam kegiatan menulis. Banyak buku
yang sudah diterbitkan, diantaranya buku berjudul “Guru Menulis Guru Berkarya”
(Penerbit Eduvation, 2020). Dalam hal ini memotivasi saya, untuk menjadi guru
yang punya karya. Banyak cara untuk punya karya, salah satunya dengan menulis.
Tulislah yang bermanfaat, dengan begitu karya kita akan menjadi jejak kebaikan
yang tetap terjaga.
Yuk,
simak bagaimana langkah menyusun buku secara sistematis!
1.
Langkah Pertama
Dalam kegiatan
pelatihan belajar menulis gelombang 22 ini, materi yang sudah kita dapat dari
narasumber kita rangkum dalam sebuah resume yang dipublikasikan melalui blog.
Untuk membuat buku dari resume-resume tersebut, maka kita harus menyatukan
semua
naskah dalam satu file Ms Word.
2.
Langkah Kedua
Jika naskah telah siap
dalam satu file Ms Word, kita memberikan judul buku terlebih dahulu. Mengapa?
karena Judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah
tulisan.
3.
Langkah Ketiga
Setelah judul buku
siap, buatkan prakata, jika memungkinkan siapkan “kata pengantar” dari orang
lain yang dipercayakan. Siapkan pula “sinopsis” dan juga foto ter-keren kita di
bagian “Tentang Penulis”.
Setelah
melakukan langkah-langkah tersebut, ibarat pondasi rumah yang sudah dibangun,
kemudian mulailah memberikan bahan-bahan pelengkap, memodifikasi, dan
memperindah bangunan “tulisan”, sehingga menghasilkan rumah “tulisan” yang
indah dan sistematis.
Jika
naskah tulisan belum lengkap, minimal siapkan bab dan judulnya disertai sub
judul. Ketika di-setting sistematis, akan selalu mengundang kita untuk
melengkapi naskahnya. Mengapa? Karena naskah kita telah memiliki gambaran umum
kerangkanya.
So,
let's do it!
Agar
naskah tulisan dapat disusun secara sistematis, simak video berikut :
1.Cara
membuat daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pusaka otomatis.
2.Cara
membuat judul, bab, sub judul tulisan pada buku secara otomatis.
3.Cara
membuat indeks pada tulisan berbentuk buku.
Ketiga
video tersebut menjelaskan metode
menyatukan konsep naskah-naskah yang akan dijadikan buku, cara mengeditnya, hingga
menjadi sebuah buku yang dapat diterbitkan.
Luar
biasa….
Berakit-rakit
ke hulu
Berenang-renang
ke tepian
Bersakit-sakit
dahulu
Bersenang-senang
kemudian
Mari
kita berlelah-lelah dalam menyiapkan buku! Setelah buku diterbitkan, rayakan
dengan orang-orang tercinta. Suatu hari, “Kawan, inilah bukuku!”
Bapak
H. Thamrin Dahlan dari YPTD, mengatakan “Menulislah untuk memiliki mahkota
keabadian”.
Kalimat
motivasi dari narasumber dalam pertemuan kali ini:
“Mari
menulis untuk menjadi saluran berkah bagi orang banyak. Biarkanlah jejak
menulis itu abadi hingga kita berkalang tanah. Raga boleh tiada tapi ide dalam
tulisan akan abadi seumur bumi ini.”
Kesimpulan
materi kali ini adalah mari hasilkan karyamu sendiri. Tulislah kebaikan melalui
buku dan buktikan keberkahan di dalamnya. Buku adalah bagian jejak kebaikanmu
dalam hidup.
“Langkah
seribu dimulai dari satu langkah: menulislah!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar