Modul 2.2 : Pembelajaran Sosial dan Emosional
Oleh : Eulis Anggunsari, S.Pd.
Tanda yang kusematkan dalam perjalananku kali ini adalah:
"Menata emosi, meraih prestasi"
Ketika menyebut kata "emosi" tentu hal yang dibayangkan adalah sesuatu yang bisa saja mengganggu pikiran dan hati kita terhadap suatu situasi. Begitu pula, saat kumulai membuka LMS program guru penggerak untuk modul 2.2 ini. Bentuk emosi seperti yang tertera dalam roda emosi Plutchik, bisa berupa perasaan yang membawa kesenangan, namun juga bisa membawa kegelisahan. Seperti apa pembelajaran sosial dan emosi itu? Bagaimana menjalankannya? Apakah hasilnya? Begitu banyak pertanyaan yang ada, sehingga aku harus memulainya secara tahap demi tahap, melalui alur "MERDEKA".
M = Mulai dari Diri
E = Eksplorasi Konsep
R = Ruang Kolaborasi
D = Demonstrasi Kontekstual
E = Elaborasi Pemahaman
K = Koneksi Antar Materi
A = Aksi Nyata
Dengan mengikuti alur, saya mencoba mencari tahu mengapa pembelajaran sosial dan emosional ini begitu penting dalam interaksi kita di sekolah. Berikut saya refleksikan pembelajaran modul 2.2 dengan model 4P yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway, yaitu:
1. Facts (Peristiwa)
2.Feelings (Perasaan)
3.Findings (Pembelajaran)
4.Future (Penerapan)
Facts (Peristiwa)
Perjalanan mempelajari modul 2.2 ini, dimulai saat fasilitatorku, Bu Yani, menginformasikan untuk membuka LMS melalui pesan udara di grup WA, pada hari Kamis, 23 Februari 2023. Melalui tahap mulai dari diri dan eksplorasi konsep, saya melakukan literasi di LMS. Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman sebagai guru yang melibatkan sosial dan emosional dan membaca materi seputar pembelajaran sosial dan emosional, serta menganalisis kasus. Dalam proses mendidik tentu saya pernah mengalami suatu krisis dalam hal interaksi dengan murid, guru, maupun warga sekolah lainnya, di mana saya harus berusaha bangkit, dan merefleksikan diri untuk semakin memahami bahwa menata emosi itu sangatlah penting. Banyak hal baru, yang tentunya membuatku semakin "tahu" bahwa proses pembelajaran tidak hanya bagaimana materi disampaikan, namun ada pelibatan unsur lain agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih bermakna, yakni hubungan sosial dan emosional.
Pada tanggal 28 Februari - 1 Maret 2023, saya bersama rekan CGP lainnya melakukan diskusi melalui tahap ruang kolaborasi dan presentasi secara virtual. Hal baik yang saya peroleh ketika diskusi adalah bagaimana pembelajaran sosial dan emosional dilakukan di kelas. Saya mencoba menerapkannya secara langsung di kelas, menata emosi murid melalui kegiatan pembukaan hangat, menanyakan kabar murid, bagaimana suasana hatinya, kemudian memberikan penguatan melalui keyakinan kelas yang telah dibuat sebelumnya.
Hambatan yang terjadi saat mempelajari modul 2.2 ini adalah menyesuaikan pembelajaran sosial dan emosional dengan RPP pembelajaran. Namun, ketika membaca materi melalui eksplorasi konsep dan diskusi kelompok bersama rekan CGP, saya menyadari bahwa pembelajaran sosial dan emosional ini merupakan penguatan dalam proses pembelajaran sehingga dapat terintegrasi di dalam praktik mengajar.
Feelings (Perasaan)
Perasaan saya ketika mempelajari modul 2.2 ini sangat senang sebab saya dapat menata emosi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Saya mengajar murid SD dengan daya konsentrasi yang relatif tidak lama, sehingga mudah jenuh dalam kegiatan pembelajaran. Maka perlu refresh, untuk mengembalikan motivasi mereka. Saya pun berusaha tidak marah ketika suasana kelas mulai tidak kondusif, saya tanyakan apa keinginan mereka, lalu kami sepakat sebelum melanjutkan pembelajaran, kami membangun situasi positif seperti melakukan permainan maupun bernyanyi untuk menguatkan.
Selain itu, perasaan cemas juga menghampiri. Saya cemas jika tidak mampu menerapkan pembelajaran sosial dan emosional ini secara baik dengan murid. Bagaimana perasaan murid saat saya mengajar, menjadi berpengaruh terhadap proses menerima atau melaksanakan pembelajaran. Saya tidak ingin, ketidakmampuan saya memahami keadaan emosional mereka, akan mengurangi kualitas hasil dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Findings (Pembelajaran)
Banyak hal yang saya pelajari dalam modul 2.2 ini, terlebih dalam menjaga hubungan positif dengan komunitas sekolah. Pembelajaran sosial dan emosional dapat dijalankan dengan menerapkan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE) bersama murid dan penguatan KSE bersama rekan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Hal baru yang saya peroleh setelah mempelajari modul ini adalah pentingnya mengenali emosi sebelum melakukan tindakan, agar tindakan tidak berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain mengenali emosi, seorang guru perlu mengelola emosi sehingga dapat kembali kepada suasana yang bahagia dan tenang, sehingga lingkungan pembelajaran menjadi nyaman dan menyenangkan. Pengelolaan emosi ini akan berdampak kepada kesadaran sosial, kemampuan kita berelasi/berinteraksi dengan orang lain, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Dengan menata emosi, maka prestasi akan diraih.
Berikut konsep inti pembelajaran modul 2.2 tentang pembelajaran sosial dan emosional, antara lain:
1. Apa itu pembelajaran sosial dan emosional (PSE)?
Pembelajaran sosial dan emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah dengan tujuan, yaitu untuk memberikan pemahaman, penghayatan, dan kemampuan untuk mengelola emosi, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan serta menunjukan empati kepada orang lain. PSE sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis ( well-being) secara optimal.
2. 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional, antara lain:
a. Kesadaran diri
b. Manajemen diri
c. Kesadaran sosial
d. Keterampilan berelasi
e. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
3. Implementasi PSE di kelas dan sekolah, antara lain:
a. Pengajaran eksplisit
b. Integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik
c. Menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah
4. Penguatan KSE pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), antara lain dengan langkah-langkah:
a. Menjadi teladan
b. Belajar
c. Berkolaborasi
Berdasarkan konsep inti PSE ini, antara guru dengan murid, pimpinan sekolah, sesama rekan guru dan tenaga kependidikan, wali murid, maupun masyarakat sekitar, harus tercipta hubungan yang harmonis sehingga dapat mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh komunitas sekolah.
Hal bermanfaat pada proses pembelajaran saat menjalankan PSE adalah guru dapat mengelola dan mengendalikan sosial dan emosional sebelum dan setelah kegiatan belajar mengajar. Selain itu, guru dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sosial dan emosional di sekolah. PSE ini dapat dilakukan untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi oleh warga sekolah. Melalui teknik STOP yang disampaikan pada materi PSE ini, guru dan warga sekolah akan belajar lebih tenang dan fokus dalam menghadapi sebuah permasalahan serta mencari solusinya.
Future (Penerapan)
Melalui pembelajaran modul 2.2 ini, saya akan belajar melakukan PSE dengan lebih baik bersama seluruh komunitas sekolah. Hal yang akan saya lakukan diantaranya:
- Mengelola emosi dengan menerapkan teknik STOP.
- Memperbaiki pola pikir saya yang pada awalnya mengabaikan PSE dalam kegiatan belajar dan mengajar, menjadi peduli penerapan PSE sehingga murid merasa aman, nyaman, dan bahagia dalam belajar.
- Merancang pembelajaran melalui RPP yang menerapkan KSE untuk dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar.
- Berbagi hal baik dan diskusi bersama rekan sejawat dalam penerapan PSE sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif, serta menjalin hubungan positif.
Kesimpulannya, kita sebagai guru perlu menata emosi murid agar prestasi/potensi yang dimiliki murid dapat tergali, sebab bagaimana seorang murid dapat mencapai tujuan jika pikiran dan perasaannya menimbulkan kegelisahan.
Demikian refleksi dwi mingguan modul 2.2, semoga bermanfaat bagi diri sendiri khususnya, bagi pembaca pada umumnya.
Salam dan Bahagia.
CGP Angkatan 7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar